Protein sedang menjadi primadona. Bahan ini ditambahkan ke sereal, soda, camilan, hingga krimer kopi.

Pertanyaan "apakah Anda cukup protein?" menjadi kekhawatiran nasional.

in1

>>> Konektor Daya RTX 5090 Kembali Meleleh saat Pengujian

Namun, di balik pemasaran, sains memiliki jawaban yang jelas.

Angka resmi yang menjadi acuan adalah Recommended Dietary Allowance (RDA): 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari.

Bagi seseorang dengan berat 68 kg, itu sekitar 54 gram. Angka tersebut ditetapkan sebagai minimum untuk mencegah defisiensi pada hampir semua orang, bukan jumlah optimal.

Kebanyakan orang Amerika sudah mendapatkan protein yang cukup menurut standar itu. Perdebatan sebenarnya bukan tentang menghindari defisiensi, melainkan tentang apa yang optimal.

Mengapa Minimum Bukan Tujuan Akhir

Untuk mempertahankan otot dan penuaan sehat, banyak peneliti kini merekomendasikan lebih dari sekadar angka minimum. Panduan dari kelompok ahli memberikan kisaran berikut.

Orang dewasa yang tidak banyak bergerak: sekitar 1,0 hingga 1,2 g/kg, sedikit di atas RDA.

Orang aktif dan atlet: sekitar 1,4 hingga 2,0 g/kg untuk mendukung pemulihan dan massa otot.

Orang dewasa di atas 65 tahun: sekitar 1,2 hingga 1,6 g/kg untuk melawan kehilangan otot alami akibat penuaan.

Inti dari semua ini adalah otot.

Setelah usia paruh baya, kita kehilangan otot secara bertahap, proses yang disebut sarkopenia. Asupan protein yang cukup, dipadukan dengan aktivitas fisik, adalah salah satu pertahanan terbaik.

Waktu Konsumsi Sama Pentingnya dengan Jumlah

Salah satu temuan yang paling berguna dan jarang diketahui adalah bahwa waktu konsumsi sama pentingnya dengan total asupan.

Tubuh yang lebih tua menjadi kurang efisien dalam mengubah protein menjadi otot.