Olahraga angkat beban dapat membantu metabolisme tulang seiring efek penuaan.

Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis ortopedi dan traumatologi Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, Sp.

>>> Barantin Temukan Empat Hambatan Produk Desa Menuju Ekspor

OT.

"Berolahraga seperti weightlifting (angkat beban) itu suatu bentuk kebiasaan yang baik, termasuk di saat usia sudah tua.

Tentunya dengan kehati-hatian teknik yang benar sehingga tetap aman," ujar Alfariq di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, kebiasaan angkat beban membuat tulang, sendi, dan otot tetap bisa bermetabolisme dengan baik meskipun mengalami degenerasi atau penuaan.

Individu yang rutin angkat beban umumnya memiliki kondisi tubuh lebih sehat dan bugar dibandingkan yang jarang beraktivitas fisik.

Sebaliknya, kurang aktivitas fisik membuat rangsangan untuk memperkuat tubuh menjadi lebih sedikit.

>>> Profil Yuriska Patricia dan Perjalanan Karier yang Membuat Asnawi Mangkualam Mantap Melamar

"Pada seseorang yang memiliki kebiasaan olahraga tersebut, mechanical stress pada bagian tubuh dapat mencetuskan metabolisme untuk memperkuat tulang, sendi, maupun otot," jelas Alfariq.

Bagi individu yang sudah memiliki gangguan atau penyakit tulang belakang, olahraga angkat beban sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter ortopedi.

Hal ini agar gerakan yang dilakukan aman dan sesuai kondisi masing-masing.

Setiap orang memiliki kondisi fisik dan karakteristik tulang belakang yang berbeda. Tingkat kebugaran, kekuatan otot, dan tulang juga tidak sama, sehingga kebutuhan dan kemampuan setiap individu dapat berbeda.

Hasil latihan yang optimal perlu diimbangi dengan asupan nutrisi baik, terutama protein.

>>> Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator dalam Kasus Korupsi MBG

Alfariq menjelaskan protein dapat memulihkan otot setelah latihan angkat beban dan membantu otot menjadi lebih kuat, bahkan lebih besar.