Barantin Temukan Empat Hambatan Produk Desa Menuju Ekspor
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding mengidentifikasi empat hambatan utama yang masih dihadapi produk desa untuk masuk perdagangan antarpulau maupun pasar ekspor.
Keempat hambatan tersebut adalah standar mutu, sertifikasi, ketertelusuran produk, dan keamanan komoditas.
>>> Profil Yuriska Patricia dan Perjalanan Karier yang Membuat Asnawi Mangkualam Mantap Melamar
Hal itu disampaikan Karding usai penandatanganan Nota Kesepahaman antara Barantin dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, masih banyak produk desa yang belum memenuhi standar mutu dan keamanan yang dibutuhkan pasar sehingga menyulitkan pemasaran komoditas ke daerah lain maupun ke luar negeri.
Selain itu, pelaku usaha desa juga masih menghadapi kendala dalam pemenuhan sertifikasi yang menjadi syarat perdagangan antarpulau dan ekspor.
Karding mengatakan hambatan berikutnya adalah aspek ketertelusuran yang kini menjadi salah satu syarat penting dalam perdagangan internasional.
Pasar global semakin memperhatikan asal-usul produk, mulai dari proses budidaya hingga penanganan komoditas sebelum dipasarkan.
Selain ketertelusuran, keamanan komoditas juga menjadi faktor penting yang menentukan penerimaan produk di pasar tujuan.
Karding menilai berbagai hambatan tersebut perlu diatasi melalui pendampingan dan edukasi kepada pelaku usaha desa agar target pengembangan Desa Ekspor dapat tercapai.
Ia mengatakan Indonesia memiliki sekitar 75.000 desa yang menyimpan potensi ekonomi besar sehingga perlu didorong menjadi bagian dari penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Kemendes PDT dalam mendukung program pembentukan 5.000 Desa Ekspor, Barantin akan melakukan pendampingan terhadap desa-desa yang memiliki potensi ekspor.
>>> Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator dalam Kasus Korupsi MBG
Pendampingan tersebut difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai standar mutu, sertifikasi, ketertelusuran produk, dan keamanan komoditas agar produk desa lebih siap bersaing di pasar domestik maupun internasional.
Update Terbaru
Sulawesi Tengah Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Magnitudo 6,7
Kamis / 18-06-2026, 15:51 WIB
Tokoh Lintas Sektor Bahas Kesenjangan Inklusi dan Literasi Keuangan
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Jadwal KRL Solo Jogja 18 Juni 2026 dari Stasiun Palur ke Tugu
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
PLN Copot Kabel di Jalan Lauser Jaksel Imbas Kecelakaan Siswi SMAN 6
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Kisah Sukses Darwin Chandra: dari Kios Kecil Jadi 5 Titik BRILink Agen di Jayapura
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Toy Story 5 Siap Tayang Juni 2026, Hadapi Era Gawai
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Bank DBS Indonesia Fokus Garap Segmen Nasabah Affluent Lewat Wealth Management
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Bank Indonesia: Rupiah Menguat 0,76% pada Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 15:49 WIB
Threads, Instagram, dan TikTok Hadirkan Fitur Kontrol Rekomendasi AI
Kamis / 18-06-2026, 15:49 WIB
Penyebab Listrik Rumah Mati Padahal Tetangga Menyala dan Cara Mengatasinya
Kamis / 18-06-2026, 15:48 WIB
BI Dorong Pemerintah Pacu Ekspor Komoditas Global
Kamis / 18-06-2026, 15:48 WIB
Prabowo Panggil Mentan Amran Bahas Harga TBS Sawit yang Sempat Turun
Kamis / 18-06-2026, 15:48 WIB
Pemkab Gunungkidul Salurkan Alsintan untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Kamis / 18-06-2026, 15:48 WIB
BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen hingga Mei 2026
Kamis / 18-06-2026, 15:48 WIB






