>>> Gen Z Lebih Kaya dari Milenial di Usia yang Sama, Ini Buktinya

Penelitian dari kelompok PROT-AGE menyarankan orang dewasa yang lebih tua untuk mengonsumsi sekitar 25 hingga 30 gram protein per makan.

in1

Menyebar asupan sepanjang hari jauh lebih baik daripada menumpuknya di makan malam.

Di atas sekitar 40 gram dalam satu waktu, kelebihan protein tidak banyak memberikan manfaat. Kebingungan terjadi di dua sisi.

Di satu sisi, media sosial meningkatkan target secara berlebihan.

Aturan populer "satu gram per pon" berarti lebih dari dua kali lipat RDA dan berlebihan bagi kebanyakan orang.

Di sisi lain, banyak orang, terutama lansia, kurang mengonsumsi protein saat sarapan dan tidak pernah mengejar ketertinggalan. Pendekatan yang lebih cerdas jarang tentang dosis besar.

Sebarkan protein di antara waktu makan, bukan mengejar angka harian yang besar.

Pilih sumber makanan utuh seperti telur, kacang-kacangan, ikan, susu, unggas, dan lentil daripada produk olahan tinggi protein.

Tingkatkan asupan secara bertahap seiring bertambahnya usia, bukan dengan suplemen agresif.

Bagi orang sehat, diet tinggi protein normal aman; hanya mereka yang memiliki penyakit ginjal yang perlu berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter.

Kesimpulan jujurnya: kebanyakan orang sudah makan cukup protein.

>>> Menkes Ungkap 80% Bahan Baku Obat RI Masih Impor, Ini Solusinya

Namun, makan lebih merata dan sedikit lebih banyak setelah usia 65 tahun lebih penting daripada angka besar yang terus digembar-gemborkan di internet.