Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, menyoroti sejumlah program literasi keuangan yang dijalankan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

Ia meminta penjelasan mengenai hasil pelaksanaan program sepanjang 2025, termasuk Financial Festival di Surabaya dan Medan.

in1

>>> Lebih dari 10.000 Polisi NYPD Amankan Parade Kemenangan Knicks

“Kami ingin mengetahui output dan outcome yang telah dihasilkan dari festival finansial tersebut,” ujarnya dalam rapat bersama LPS di Komisi XI DPR, Rabu (24/6/2026).

Kamrussamad juga menyoroti program Economic Outlook yang digelar LPS bersama media partner. Ia meminta penjelasan anggaran, jangkauan audiens, dan dampaknya terhadap literasi keuangan.

Ia juga meminta kerja sama dengan media dilakukan secara terbuka tanpa kesan eksklusivitas.

“Ekosistem media di Indonesia sangat beragam. Jangan sampai menimbulkan kesan monopoli,” katanya.

Kamrussamad mempertanyakan dasar pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi Financial Festival 2026. Menurutnya, pemilihan harus berdasarkan data dan kebutuhan masyarakat, terutama terkait tingkat literasi keuangan.

Ia menilai perlu penjelasan kelompok sasaran, mengingat jumlah BPR di DIY tidak sebesar provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, atau Jawa Timur.

“Apakah penentuan wilayah itu berbasis data atau pertimbangan lain? Ini perlu dijelaskan,” ujarnya.

Respons LPS

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menjelaskan LPS Financial Festival 2025 sepenuhnya diselenggarakan dan didanai LPS.

>>> Forum Pemikir dan Media China-Indonesia Digelar di Jakarta

Sementara itu, Financial Festival 2026 di Yogyakarta merupakan kegiatan kolaboratif dengan pembiayaan bersama.

“2025 itu namanya LPS Financial Festival, ditanggung sendiri. 2026 adalah Jogja Financial Festival ditanggung rame-rame.

Biayanya lebih murah,” ujarnya.

Pada 2026, LPS tidak menjadi penyelenggara utama, melainkan sponsor bersama institusi dalam KSSK dan lembaga keuangan lainnya.

“Modelnya sponsor, bukan kami yang menyelenggarakan. Kami bersama KSSK, Bursa Efek, BI, OJK, dan Kementerian Keuangan,” kata Anggito.

Menanggapi pertanyaan pemilihan Yogyakarta, Anggito menepis anggapan perlakuan khusus. Lokasi dipilih berdasarkan kesiapan penyelenggara dan rencana pelaksanaan bergilir.

“Kenapa Jogja? Karena kita mau stages.

Tahun ini Jogja, tahun depan Bandung, berikutnya Malang. Tidak ada eksklusif,” ujarnya.

>>> Harga iPad Paling Murah 2026: Dua Model Premium dengan Performa Andal

Pelaksanaan selanjutnya direncanakan bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Brawijaya untuk memperluas jangkauan literasi keuangan.