Eks Hotel Sultan Diambil Alih, DPR Minta Pemerintah Buktikan Manfaat Nyata bagi Rakyat
Anggota DPR RI Marinus Gea menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah mengembalikan aset negara di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), termasuk eks Hotel Sultan, tidak boleh berhenti pada kemenangan hukum semata.
Pemerintah dituntut untuk memastikan aset yang telah diambil alih benar-benar memberikan kontribusi ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat luas.
>>> Harga BMRI Jatuh ke Rp3.970, Dirut Bank Mandiri Borong 50 Ribu Saham
"Kemenangan hukum hanyalah output. Yang lebih penting adalah outcome-nya.
Apakah penerimaan negara meningkat, apakah manfaat publik bertambah, dan apakah kawasan tersebut menjadi lebih produktif.
Itu yang harus menjadi ukuran keberhasilan sesungguhnya," ujar Marinus kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).
Marinus memperingatkan agar aset strategis yang sudah direbut kembali tidak dibiarkan terbengkalai.
Tanpa pengelolaan yang matang, aset tersebut berpotensi menjadi tidak produktif dan menjadi beban finansial baru bagi negara.
Untuk menghindari persepsi publik bahwa penertiban ini hanya perpindahan kontrol administratif, Marinus meminta pemerintah segera membuka rencana kerja (roadmap) pengelolaan kawasan eks Hotel Sultan secara komprehensif.
>>> 5 Trik Rahasia Aplikasi 2026 untuk Saldo Dana Gratis, Efektif dan Mudah
Poin Transparansi yang Ditagih DPR
DPR menagih beberapa poin transparansi pasca-eksekusi, antara lain nilai total aset yang berhasil diselamatkan, perbandingan proyeksi penerimaan negara sebelum dan sesudah pengambilalihan, masterplan baru kawasan, serta model pengelolaan dan peluang kerja sama dengan swasta.
Di samping aspek fiskal, Marinus mengingatkan pemerintah untuk tidak mengabaikan dampak sosial. Sektor ketenagakerjaan dan ekosistem bisnis lokal di kawasan tersebut harus mendapatkan jaminan perlindungan dari negara.
"Pemerintah harus memperhatikan jumlah pekerja yang terdampak, status kontrak tenaga kerja, perlindungan hak-hak pekerja, serta keberlangsungan usaha tenant dan vendor yang bergantung pada aktivitas kawasan tersebut," tegasnya.
Politisi PDIP ini menilai polemik eks Hotel Sultan harus dijadikan momentum untuk membenahi tata kelola aset negara secara nasional.
Ia menyoroti banyaknya aset negara lain yang masa kerja samanya telah berakhir, kurang dimanfaatkan, atau menghasilkan tingkat pengembalian rendah.
Sebagai langkah konkret, Marinus meminta lembaga auditor negara dan kementerian terkait segera melakukan audit menyeluruh. "DPR berkepentingan memastikan seluruh aset strategis negara dikelola secara profesional dan akuntabel.
>>> Bagnaia Berpisah dengan Ducati usai MotoGP 2026
Saya meminta BPK, BPKP, serta Kementerian Keuangan melakukan audit terhadap aset-aset strategis bernilai tinggi," pungkasnya.
Update Terbaru
Rekomendasi Restoran Baru di Serpong: Kafe Estetik hingga Spot City View
Rabu / 24-06-2026, 20:42 WIB
Gaya Syahrini Rayakan Ultah Reino Barack di Belgia, Tenteng Tas Rp 10,7 M
Rabu / 24-06-2026, 20:42 WIB
120 Nama Bayi Laki-Laki Lahir Juli Modern 2 Kata Beserta Artinya
Rabu / 24-06-2026, 20:35 WIB
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: Nyesel Tak Memilih Saya?
Rabu / 24-06-2026, 20:25 WIB
Suhu AC Ideal agar Tidak Boros Listrik, Ini Trik Hemat Tagihan
Rabu / 24-06-2026, 20:25 WIB
Kejutan di Eastbourne: Unggulan Teratas Paolini Tersingkir
Rabu / 24-06-2026, 20:22 WIB
Brantas Abipraya Dorong Infrastruktur yang Buka Ruang Ekonomi Masyarakat
Rabu / 24-06-2026, 20:22 WIB
Investor Global Tunggu Hasil Negosiasi AS-Iran, Pasar Siap Bergerak
Rabu / 24-06-2026, 20:21 WIB
Pertamina Setor Rp360,76 Triliun ke Kas Negara Sepanjang 2025
Rabu / 24-06-2026, 20:21 WIB
Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan
Rabu / 24-06-2026, 20:21 WIB
Pabrik Nissan di Mississippi Capai Produksi Satu Juta Unit Frontier
Rabu / 24-06-2026, 20:00 WIB
Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei Tanpa Ribet
Rabu / 24-06-2026, 20:00 WIB
Google Messages di Galaxy Kini Dukung Tema Chat Lebih Warna-warni
Rabu / 24-06-2026, 20:00 WIB
Ilmuwan Akhirnya Menjelaskan Efek Tatapan Mata Anjing pada Otak Manusia
Rabu / 24-06-2026, 19:59 WIB






