Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Riduan, melakukan aksi borong saham di tengah tekanan yang melanda saham perbankan.

Pembelian dilakukan saat harga saham BMRI berada di level Rp4.470 per saham, jauh di bawah posisi tertinggi 52 minggu yang mencapai Rp5.375 per saham.

in1

>>> 5 Trik Rahasia Aplikasi 2026 untuk Saldo Dana Gratis, Efektif dan Mudah

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Riduan membeli sebanyak 50.000 saham BMRI pada 15 Juni 2026 dengan tujuan investasi.

Harga transaksi tercatat Rp4.470 per saham sehingga nilai total mencapai sekitar Rp223,5 juta.

Setelah transaksi tersebut, jumlah saham BMRI yang dimiliki Riduan meningkat dari 14,547 juta saham menjadi 14,597 juta saham.

Porsi hak suara yang dimiliki tetap berada di level 0,0156%.

>>> Bagnaia Berpisah dengan Ducati usai MotoGP 2026

Riduan menyatakan transaksi dilakukan secara langsung dan tidak terkait dengan perubahan pengendalian perusahaan. Ia juga menegaskan statusnya sebagai anggota direksi Bank Mandiri.

Aksi pembelian tersebut terjadi di tengah pelemahan harga saham BMRI di pasar.

Pada perdagangan Rabu (24/6/2026), saham Bank Mandiri ditutup di level Rp3.970 per saham atau turun 3,64% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp4.120 per saham.

Data perdagangan menunjukkan saham BMRI dibuka pada level Rp4.130 per saham, sempat menyentuh harga tertinggi Rp4.180 dan terendah Rp3.970 sebelum berakhir di level tersebut.

>>> Samsung Ungkap Alasan TV Berusia 7 Tahun Perlu Diganti

Kapitalisasi pasar Bank Mandiri tercatat sebesar Rp366,83 triliun.