Sebanyak 10.200 pelari dari 17 negara mengikuti ajang sport tourism Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 yang mencapai puncaknya di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, pada Minggu (21/6).

Kompetisi tahunan bertema 'More Than a Race' ini mencatatkan jumlah peserta terbesar sejak pertama kali digelar pada 2017.

in1

>>> Pemerintah Serahkan Lahan Hotel Sultan ke Negara untuk Ikon Baru

Para peserta memperebutkan kemenangan dalam empat kategori lomba yang jalurnya telah tersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races (AIMS), yaitu Marathon (42K), Half Marathon (21K), 10K, dan 5K Fun Run.

Rute kompetisi dirancang melintasi sejumlah ikon budaya lokal seperti Candi Plaosan, Monumen Taruna, dan kawasan perdesaan sekitar.

Hasil Lomba Kategori Marathon

Pada kategori Full Marathon Open sektor putra, pelari Kiprono Koech meraih juara pertama dengan catatan waktu 02:20:28.

Amos Kipkemoi Chesang berada di posisi kedua dan James Cherutich Tallam di peringkat ketiga.

Sementara itu, kategori Full Marathon Open sektor putri dimenangkan oleh Eunice Nyawira Muchiri dengan waktu 02:39:35, mengungguli Medanit Feyera Gurmesa serta Elizabeth Chepkanan Rumokol.

Untuk kategori Full Marathon National (Closed Marathon), Rikki Marthin L Simbolon memimpin di sektor putra dengan torehan waktu 02:30:06, diikuti Immanuel Hutasoit dan Laode Safrudin.

Pada bagian putri kategori yang sama, Dwi Tiansi Anggraini keluar sebagai pemenang dengan waktu 03:04:55, mengalahkan Ina Lydia Utari Damanik dan Asnida Aras.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Penyelenggaraan MJM 2026 juga dimanfaatkan untuk mendorong perputaran ekonomi lokal melalui program literasi keuangan digital bagi pelaku UMKM.

Mandiri LAKU LOKAL di Race Village menampung 27 brand lokal dan 70 tenant UMKM, sementara UMKM Festival melibatkan 60 pelaku usaha di sekitar Candi Prambanan.