Tim Senam Aerobik Indonesia mencatat prestasi gemilang di ajang 11th Aerobic Korea Open 2026.

Mereka berhasil menembus posisi empat besar dalam kejuaraan yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Gijang Gymnasium, Busan, Korea Selatan.

in1

>>> BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026

Indonesia mengirimkan tiga atlet terbaik, yaitu Kaleb Wisnu Christian, Wulan Septiani, dan Shakylla Azahra Wibowo. Mereka turun di kategori Perorangan Putra, Pasangan (Mixed Pair), dan Remaja Putri (Youth).

Pelatih Tim PON DKI Jakarta Dr. Fahmy Fachrezzy mengaku puas dengan capaian ini. Ia menilai pengalaman bertanding di luar negeri sangat berharga bagi para atlet.

Fahmy menyatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh. Fokusnya adalah mempertajam teknik gerakan, meningkatkan koreografi, dan mendalami kompleksitas gerakan.

Pada kategori Perorangan Putra, Kaleb Wisnu Christian sukses menembus babak final delapan besar. Ia mengamankan posisi keempat dengan total skor 18.200 lewat koreografi bertema Michael Jackson.

Peringkat pertama dan kedua diraih pesenam Korea Selatan, Seon Jungwon (19.150) dan Jung Sungchan (18.750).

>>> Pemain Timnas Inggris Patuhi Jam Malam Thomas Tuchel di Piala Dunia

Peringkat ketiga ditempati atlet Tiongkok, Sun Jianyu, yang memiliki nilai akhir sama dengan Kaleb namun unggul berdasarkan indikator teknis.

Sementara itu, Shakylla Azahra Wibowo yang debut di kategori remaja putri menempati peringkat ketujuh dengan skor 15.050.

Sebelumnya, ia merajai Jakarta Open Gymnastics 2025 dengan skor 15.600.

Fahmy menambahkan bahwa seluruh atlet yang dikirim masih dalam usia emas. Peningkatan jam terbang di berbagai kejuaraan seperti PON sangat dibutuhkan untuk mengasah ketajaman bertanding.

Ia optimistis dengan program Sport Science yang dimiliki dapat mendorong progres luar biasa. Namun, ia menyoroti kurangnya kolaborasi pembinaan atlet nasional dalam regenerasi bibit muda.

>>> PPIH Berangkatkan Kloter Terakhir Jemaah Haji Indonesia dari Makkah

Fahmy berharap minimnya dukungan program jangka panjang menjadi perhatian PB Persani. Ia yakin meraih podium bukan hal mustahil di masa depan.