PHK Mengintai? Kemnaker Buka Suara, Ini Langkah Darurat Pemerintah!
Pemerintah terus memperketat pemantauan terhadap potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa setiap indikasi PHK akan dipantau secara aktif. Tujuannya agar tidak berkembang menjadi gelombang besar di dunia kerja nasional.
>>> SIG Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak Turun 60%
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pihaknya tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga pendampingan terhadap perusahaan yang menghadapi persoalan ketenagakerjaan.
"Ya kita terus monitor. Jadi setiap ada (PHK), artinya kan prosesnya itu mulai dari internal perusahaan, kemudian sampai ke kita.
Kemudian nanti ada yang kita dorong selesaikan secara bipartit, ada yang kemudian nanti mediator kita turun," kata Yassierli di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan bahwa proses penanganan kasus PHK saat ini masih berjalan. Sebagian masih dalam tahap penyelesaian internal antara pekerja dan perusahaan.
Pemerintah memiliki mekanisme penyelesaian bertahap mulai dari bipartit hingga mediasi oleh Kemnaker jika diperlukan.
"Sekarang itu ada beberapa yang memang ada mediator kita sudah turun, dan ada yang kemudian kita masih nunggu hasil dari bipartit mereka," lanjutnya.
Di sisi lain, pemerintah juga menerima berbagai masukan dari serikat pekerja terkait potensi tekanan ketenagakerjaan. Hal ini dapat berujung pada PHK di sejumlah sektor.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menyebut pemerintah bersama serikat pekerja kini memperkuat langkah mitigasi.
Tujuannya untuk mencegah terjadinya gelombang PHK.
>>> Pertamina Salurkan Bright Gas untuk Pedagang Kuliner di Jakarta Fair 2026
Ia menilai kondisi ekonomi global yang tidak stabil akibat faktor geopolitik turut memengaruhi situasi ketenagakerjaan di dalam negeri.
Update Terbaru
Clive Davis, Legenda Musik yang Meluncurkan Whitney Houston, Meninggal di Usia 94
Senin / 22-06-2026, 22:52 WIB
Link Live Streaming Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 22:52 WIB
Kejati Jabar Periksa Wabup Indramayu sebagai Tersangka Korupsi DPRD
Senin / 22-06-2026, 22:52 WIB
God of War: Laufey Berjalan Bersamaan dengan Game 2018, Ungkap Deborah Ann Woll
Senin / 22-06-2026, 22:42 WIB
Hearts2Hearts Rilis Mini Album Kedua Lemon Tang, Sajikan Summer Pop yang Cerah
Senin / 22-06-2026, 22:42 WIB
9 Cara Anne Hathaway Sembunyikan Kehamilan di Red Carpet dengan Busana
Senin / 22-06-2026, 22:42 WIB
Seliya Marsella: Penyanyi Dangdut Gen Z dari Pantura
Senin / 22-06-2026, 22:32 WIB
ACC Raih Empat Penghargaan HR Asia 2026, Bukti Komitmen Budaya Kerja Unggul dan Inklusif
Senin / 22-06-2026, 22:29 WIB
Nasib Insentif Kendaraan Listrik 2026 Masih Menggantung, Ini Respons Pemerintah
Senin / 22-06-2026, 22:28 WIB
Usul Rokok Murah DPR Dikritik: Manjakan Korporasi Besar, Gerus Penerimaan Negara
Senin / 22-06-2026, 22:28 WIB
Gangguan Internet Global Setelah Fiber Optik Terputus, Cloudflare Turun
Senin / 22-06-2026, 22:22 WIB
Jamie Carragher Minta Thomas Tuchel Cadangkan Satu Pemain Timnas Inggris
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB
Andy Burnham Siap Gantikan Starmer sebagai PM dalam Hitungan Minggu
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB
Badan Intelijen Five Eyes Peringatkan AI Mampu Jatuhkan Pemerintah dalam Hitungan Bulan
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB






