Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan adanya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di dua perusahaan komponen otomotif di Jawa Timur.

Kedua perusahaan tersebut berlokasi di Pasuruan dan Mojokerto. Rencana PHK muncul karena manajemen hendak memindahkan sebagian lini produksi ke Vietnam.

in1

>>> Klaim Penyakit Tropis Melonjak, Allianz Utama Bayar Puluhan Miliar

Presiden KSPI, Said Iqbal, menyebut perusahaan dengan inisial J dan S itu tengah menimbang opsi relokasi. Langkah ini dipicu oleh pergeseran tren global menuju kendaraan listrik.

"Di Indonesia, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Sementara Vietnam memiliki kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik.

Dua perusahaan ini akan memindahkan sebagian produksinya," ujar Said Iqbal pada Minggu (21/6/2026).

Ia menambahkan bahwa keputusan strategis ini berasal dari manajemen pusat di Jepang. Langkah efisiensi diambil untuk menghadapi persaingan pasar di Asia Tenggara.

>>> Apple Dikabarkan Akan Pulihkan Kepemimpinan Desain di Bawah CEO Baru John Ternus

"Prinsipal di Jepang akan memindahkan produksi ke negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produk.

Mereka fokus pada mobil listrik yang dikembangkan di Vietnam, bukan Indonesia," jelas Said Iqbal.

Menanggapi situasi ini, KSPI menginstruksikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) untuk segera berkomunikasi dengan manajemen perusahaan. Selain itu, KSPI akan melaporkan perkembangan ini kepada Presiden Prabowo Subianto.

>>> Mendag Kaji Peningkatan Distribusi Minyakita Melalui BUMN Pangan

Said Iqbal mengungkapkan bahwa potensi PHK bisa mencapai ribuan pekerja. Namun, ia menekankan bahwa informasi ini masih bersifat awal dan masih dalam tahap diskusi.