Dua Pabrik Komponen Otomotif di Jatim Terancam PHK Massal
Dua pabrik komponen otomotif besar di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Ribuan karyawan dikabarkan akan terdampak setelah perusahaan induk asal Jepang berencana memindahkan operasional ke Vietnam.
>>> Jemaah Haji Asal Aceh Wafat di Arab Saudi Bertambah Jadi 15 Orang
Informasi ini disampaikan oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, pada Minggu (21/6/2026).
Ia mengungkapkan bahwa langkah pemindahan dipicu oleh kebijakan prinsipal di Jepang yang ingin beralih ke produksi mobil listrik.
Vietnam dinilai memiliki ekosistem pengembangan mobil listrik yang lebih kompetitif dan produktif dibandingkan Indonesia.
Said Iqbal menyebut inisial kedua perusahaan tersebut adalah PT J dan PT S, namun enggan menyebutkan nama komersialnya.
"Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif.
Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers virtual.
Informasi dari internal serikat buruh mengonfirmasi bahwa manajemen pusat di Jepang sedang mengevaluasi diversifikasi produk global demi efisiensi operasional.
>>> Matias Galarza Kenakan Jam Tangan Wasit yang Jatuh di Laga Turki vs Paraguay
Said Iqbal menjelaskan bahwa prinsipal di Jepang akan memindahkan produksi ke negara yang lebih produktif dan fokus pada mobil listrik.
Rencana relokasi ini masih dalam tahap pembahasan awal, namun potensi dampaknya dipastikan akan mengganggu stabilitas ketenagakerjaan di sektor industri sekunder Jawa Timur.
"Ini baru diskusi awal. Informasi awal.
Ini ribuan juga (yang bisa terkena PHK)," jelas Said Iqbal.
Menanggapi situasi ini, Said Iqbal yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) telah menginstruksikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) untuk membuka dialog dengan manajemen pabrik.
Tujuannya adalah mengamankan hak-hak normatif pekerja.
Langkah mitigasi lanjutan akan ditempuh melalui koordinasi dengan otoritas pusat.
>>> Zendaya Jatuh Hati pada Tom Holland Berkat Aksi Drag di Lip Sync Battle
Said Iqbal berencana melaporkan kondisi riil industri otomotif ini kepada Presiden Prabowo Subianto, karena persoalan utama dianggap berakar pada regulasi kendaraan listrik nasional.
Update Terbaru
Influencer Digital: Antara Pengaruh Besar dan Tanggung Jawab yang Setara
Minggu / 21-06-2026, 18:22 WIB
BanG Dream! YUME∞MITA Rilis Trailer Baru, Konfirmasi Pemutaran Perdana 3 Episode
Minggu / 21-06-2026, 18:22 WIB
7 Jersey Original Murah Piala Dunia 2026: Mulai Rp300 Ribuan, Asli Adidas dan Nike!
Minggu / 21-06-2026, 18:17 WIB
Festival Kuliner Gratis Tutup Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi
Minggu / 21-06-2026, 18:16 WIB
Aliansi Masyarakat Jakarta Aksi Damai Dukung MBG di Monas Besok
Minggu / 21-06-2026, 18:16 WIB
Devin/Faathir Fokus Benahi Konsentrasi Usai Kalah di Final Macau Open
Minggu / 21-06-2026, 18:12 WIB
DPRD Surabaya Apresiasi Kapolrestabes Edukasi Masyarakat Lewat Medsos
Minggu / 21-06-2026, 18:12 WIB
Menpora: Ajang Maraton Perkuat Sport Tourism dan Ekonomi Daerah
Minggu / 21-06-2026, 18:08 WIB
DKI Jakarta Siapkan Ruang Parkir Khusus Ojol di Kawasan Komersial
Minggu / 21-06-2026, 18:07 WIB
Apa Arti Pilihan Tempat Tidur Kucing Anda? Ini Maknanya
Minggu / 21-06-2026, 18:05 WIB
Sinopsis Space Jam: A New Legacy, Tayang di Bioskop Trans TV 21 Juni 2026
Minggu / 21-06-2026, 18:05 WIB
Deniz Undav Samai Messi dan David di Pencetak Gol Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 18:04 WIB
ATEEZ Raih Grand Prize, Intip Daftar Pemenang Seoul Music Awards ke-35
Minggu / 21-06-2026, 18:02 WIB
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek
Minggu / 21-06-2026, 17:57 WIB






