Dua perusahaan raksasa komponen otomotif asal Jepang yang beroperasi di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, berencana memindahkan fasilitas produksinya ke Vietnam.

Rencana ini berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap ribuan karyawan di kedua daerah tersebut.

in1

>>> Apple Batasi Fitur watchOS 27 untuk Apple Watch Lawas, Termasuk Ultra Generasi Pertama

Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengonfirmasi bahwa kedua korporasi tersebut memiliki inisial J dan S.

Ia menyebutkan bahwa jumlah karyawan yang terdampak bisa mencapai ribuan orang.

"Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif.

Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers.

Alasan Relokasi ke Vietnam

Said Iqbal membeberkan alasan utama pemindahan ini terkait dengan diversifikasi produk dan fokus pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Menurutnya, Vietnam dinilai lebih produktif dalam pengembangan mobil listrik dibandingkan Indonesia.

"Jadi prinsipalnya di Jepang, akan memindahkan produksinya ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya.

Jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia," tutur Said Iqbal.

>>> Sinopsis Taken, di Bioskop Trans TV Hari ini 22 Juni 2026

Kebijakan regulasi dari pemerintah pusat terkait pengembangan industri kendaraan roda empat bertenaga baterai menjadi faktor penentu ketidakberhasilan Indonesia dalam mempertahankan kedua investor tersebut.

Said Iqbal menilai bahwa pabrik mobil listrik di Indonesia tidak kompetitif.

"Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik.

Nah, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ini akan memindahkan sebagian. Ini baru diskusi awal.

Informasi awal. Ini ribuan juga (yang bisa terkena PHK)," kata Said Iqbal.

Menyikapi situasi tersebut, Said Iqbal yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) telah menginstruksikan FSPMI untuk mengawal proses dialog guna melindungi hak buruh.

>>> IHSG Diprediksi Sideways Cenderung Melemah, Asing Jual Bersih Rp3,14 Triliun

Pihaknya kini mempersiapkan laporan langsung untuk diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait evaluasi kebijakan kendaraan listrik nasional.