Mobil premium buatan China, Range Rover Evoque L, mengalami diskon hingga 60 persen.

Harga jualnya turun drastis dari 429.800 yuan (sekitar Rp 1,03 miliar) menjadi hanya 179.800 yuan (sekitar Rp 430 juta).

in1

>>> Toyota HiAce Rp290 Jualan: Ada Kamar Mandi dan Shower di Dalamnya

Diskon besar-besaran ini diungkap oleh media China Jiemian. Langkah tersebut menunjukkan tekanan besar pada mobil berbahan bakar bensin di pasar China.

Mobil Bensin Kehilangan Nilai di China

Data dari China Passenger Car Association menunjukkan diskon rata-rata untuk mobil bensin mencapai 33.000 yuan (Rp 79 juta) pada Januari-Mei 2026.

Angka itu hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 17.000 yuan (Rp 40,7 juta).

Sementara itu, mobil listrik dan plug-in hybrid justru lebih stabil. Hal ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen China yang cepat ke kendaraan listrik.

Di pasar mobil bekas, situasinya semakin parah. Harga jual kembali mobil bensin anjlok karena banyak pemilik beralih ke mobil listrik.

>>> Pencurian Catalytic Converter Meningkat Lagi, Hybrid Jadi Target Utama

Pada Mei 2026, harga transaksi rata-rata mobil bensin baru turun 19 persen.

Mobil bekas usia tiga tahun kini hanya bernilai 38 persen dari harga awal, padahal pada 2023 masih 60 persen.

Kontras dengan Pasar AS

Di sisi lain, JLR mengumumkan akan menambahkan opsi hybrid pada baby Defender yang semula hanya listrik.

Keputusan ini dipengaruhi oleh penjualan mobil listrik yang mengecewakan di Amerika Serikat, yang kini menjadi pasar terbesar JLR.

Situasi ini menunjukkan dilema global bagi produsen mobil.

>>> Uni Eropa Siapkan Tarif Baru untuk Mobil Hybrid China

Terlalu banyak mobil listrik berisiko kehilangan penjualan di AS, sementara terlalu banyak mobil bensin bisa menyebabkan diskon besar di China.