Stroke iskemik masih menjadi penyebab utama kecacatan di seluruh dunia, dan pilihan pengobatan untuk memulihkan fungsi otak sangat terbatas.

Namun, sebuah penelitian dari University of Iowa menawarkan harapan baru yang tak terduga: asam urat, senyawa yang biasanya dikaitkan dengan penyakit asam urat.

in1

>>> Lukaku Starter Lawan Iran, Ini Susunan Pemain Belgia

Tim peneliti yang dipimpin Dr. Enrique Leira dan Dr. Anil Chauhan menguji asam urat intravena pada hewan model stroke.

Hasilnya menunjukkan perbaikan fungsi neurologis yang konsisten.

Mengapa Asam Urat?

Asam urat berfungsi sebagai antioksidan alami yang kuat. Senyawa ini mampu menetralkan molekul destruktif yang membanjiri otak saat stroke iskemik.

Penelitian sebelumnya pada manusia menemukan bahwa pasien stroke dengan kadar asam urat yang turun drastis memiliki hasil pemulihan yang lebih buruk.

Hal ini mendorong para ilmuwan untuk menguji penggantian senyawa tersebut secara buatan.

Sebuah studi tahun 2015 juga menunjukkan bahwa asam urat membantu wanita yang mengalami stroke akut.

Pengujian Ketat Lewat Jaringan SPAN

Penelitian ini dilakukan melalui Stroke Preclinical Assessment Network (SPAN), sebuah konsorsium yang didanai National Institutes of Health (NIH).

SPAN dibentuk karena banyak kandidat obat stroke yang gagal saat diuji pada manusia.

Kelemahan penelitian sebelumnya adalah hanya menguji pada hewan muda dan sehat, tidak mencerminkan populasi pasien stroke yang sebenarnya.

>>> Fungsi Sebenarnya Lengan T. rex Terungkap, Bukan Sekadar Hiasan

Dalam SPAN, enam laboratorium independen menguji kandidat pengobatan secara simultan dengan randomisasi, analisis buta, dan model hewan yang mencakup usia tua, obesitas, hipertensi, serta kedua jenis kelamin.

Dari enam kandidat yang diuji—termasuk empat obat yang sudah disetujui dan teknik pengkondisian iskemik jarak jauh—hanya asam urat yang berhasil melewati semua tahap pemeriksaan.