Lima kandidat lainnya gugur pada analisis interim.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam urat meningkatkan fungsi neurologis secara konsisten di semua subkelompok hewan, termasuk yang muda dan tua, jantan dan betina, serta yang memiliki kondisi komorbid seperti obesitas dan hipertensi.

in1

Menariknya, asam urat tidak secara signifikan mengecilkan ukuran lesi otak, yang berarti efek perlindungannya bekerja melalui mekanisme yang berbeda dari sekadar membatasi kematian jaringan.

"Hasil ini mendukung pencalonan asam urat sebagai terapi pelindung otak dalam pengobatan stroke," kata Dr. Leira.

Tim peneliti telah melampaui data hewan dan berencana mengajukan uji klinis pada manusia.

Jika disetujui, uji coba tersebut akan mengonfirmasi apakah efek perlindungan asam urat bertahan pada pasien stroke dengan berbagai kondisi.

>>> Spanyol Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026 Usai Hajar Arab Saudi 4-0

Ketatnya data praklinis ini menjadi bagian paling menggembirakan, meskipun belum menjadi bukti bahwa pengobatan akan bekerja pada manusia.