Selama ini, banyak orang berfokus pada fase mengangkat beban saat latihan otot.

Namun, sebuah studi tahun 2022 dari Edith Cowan University dan Niigata University mengungkap bahwa fase menurunkan beban justru memberikan hasil yang lebih besar.

in1

>>> Fenomena Baru di RI, Anak SMP Kena Diabetes Tipe 2

Studi yang diterbitkan di Scandinavian Journal of Medicine and Science in Sports ini menantang keyakinan umum dalam dunia kebugaran.

Fase eksentrik, saat otot memanjang dan beban diturunkan, ternyata menghasilkan kekuatan 20 hingga 50 persen lebih besar dibanding fase konsentrik (mengangkat).

Yang lebih mengejutkan, fase eksentrik menggunakan energi sekitar enam kali lebih sedikit. Artinya, otot menjadi lebih kuat dan lebih efisien saat mengerem daripada saat mendorong.

Penjelasan Ilmiah di Balik Fase Eksentrik

Pada tingkat molekuler, penjelasannya terletak pada titin, protein raksasa dalam sarkomer otot. Latihan eksentrik meningkatkan kekakuan titin, sehingga transmisi gaya dari jembatan aktin-miosin menjadi lebih baik.

Mekanisme ini tidak teraktivasi secara optimal saat latihan konsentrik. Untuk hasil terbaik, sesi singkat setiap hari dengan kontraksi eksentrik lebih efektif daripada satu sesi panjang mingguan.

Hasil Studi: Latihan Eksentrik Unggul di Semua Aspek

Peneliti membagi 49 orang dewasa yang tidak aktif menjadi tiga kelompok: konsentrik (angkat beban), isometrik (tahan beban), dan eksentrik (turunkan beban).

Protokolnya sederhana: tiga detik usaha maksimal, lima hari per minggu, selama sebulan.

Hasilnya, kelompok konsentrik hanya meningkatkan kekuatan isometrik sebesar 6,3 persen. Kelompok isometrik hanya meningkatkan kekuatan eksentrik sebesar 7,2 persen.

>>> Sisi Positif Game Online untuk Anak dan Remaja

Sementara kelompok eksentrik mengalami peningkatan di semua jenis kekuatan—konsentrik, isometrik, dan eksentrik—antara 10 hingga 13 persen.