Bermain game online sering dianggap negatif bagi anak-anak dan remaja. Namun, jika dilakukan dengan bijak dan dalam pengawasan, game juga memiliki sisi positif.

Kekhawatiran orang tua terhadap durasi layar yang berlebihan atau risiko dunia maya memang wajar. Akan tetapi, para ahli menilai pelarangan total bukanlah solusi terbaik.

in1

>>> AirAsia Malaysia Buka Rute Penerbangan Langsung Jakarta-Kota Bharu

Kuncinya terletak pada pengaturan waktu agar hobi bermain game tetap seimbang dengan aktivitas lain.

Manfaat Game Online bagi Anak

Menurut Titania Jordan, Chief Parent Officer di Bark Technologies, game membantu menghubungkan anak-anak saat mereka tidak bisa bertemu langsung, terutama selama pandemi.

Game juga mengajarkan kerja sama, kesabaran, dan memperkenalkan anak pada ide serta dunia baru.

Selain hiburan, dunia game membuka peluang pendidikan dan karier.

>>> Yamaha Gelar We Are Aerox Society Rayakan 10 Tahun Aerox di Indonesia

Ron Kerbs, CEO Kidas, menyebut banyak sekolah memiliki liga e-sports yang populer dan bahkan menawarkan beasiswa pendidikan tinggi.

Pendekatan terbaik bukan melarang, melainkan membantu anak memahami batas sehat. Orang tua disarankan membuat jadwal bermain yang jelas dan fleksibel.

Jordan menekankan pentingnya anak mengenali tanda ketika game mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, seperti berkurangnya waktu tidur, jarang bergerak, perubahan perilaku, atau hubungan sosial terganggu.

Situasi ini wajar terjadi, bahkan pada orang dewasa. Peran orang tua sebagai pendamping sangat penting untuk membantu anak menemukan keseimbangan.

>>> Marquez Menangi MotoGP Ceko 2026 Usai Duel Ketat

Meskipun mengurangi waktu bermain terasa berat, langkah ini diperlukan agar kesehatan mental, fisik, dan kehidupan sosial anak tetap terjaga.