Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat, Dorong Hilirisasi
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats di Kampung Yepem, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Minggu.
Kunjungan ini bertujuan melihat langsung pengembangan sagu sebagai komoditas unggulan daerah yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi.
>>> Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta: Ribuan Warga Padati PRJ, Kembang Api Meriahkan Langit Kemayoran
Dalam keterangan Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Wapres mendapatkan paparan mengenai berbagai upaya pengembangan sagu yang telah berjalan selama empat tahun.
Program tersebut mengintegrasikan pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat adat, hingga pengolahan produk turunan sagu untuk meningkatkan manfaat ekonomi.
Fokus pada Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Budaya
Penanggung jawab Sekolah Lapang Sagu, Anton, menjelaskan bahwa sekolah ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sekolah lapang sagu di daerah lain.
Di Asmat, fokusnya lebih pada penguatan ekonomi lokal berbasis budaya masyarakat setempat, bukan pada teknologi industri skala besar seperti di Meranti.
"Yang di sini lebih ke memperkuat aspek lokal. Jadi, kalau yang di Meranti itu teknologi industri sagu untuk skala besar.
Yang disiplin skala lokal, Bapak Wapres. Jadi, di sini nanti lebih banyak pendekatan budaya.
>>> Dewa United Esports Akhiri Masa Peminjaman Dolynn dari Bigetron
Sekaligus, di sini mengembangkan hilirisasinya," kata Anton.
Saat ini, kawasan Sekolah Lapang Sagu Asmat memiliki luas sekitar enam hektare dan dikelola melalui kerja sama antara Keuskupan dengan pemerintah daerah.
Selain menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan sagu, lokasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pengolahan produk turunan sagu yang bernilai tambah.
Anton juga menyampaikan bahwa tantangan utama yang masih dihadapi adalah akses menuju lokasi yang menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan kawasan.
Kunjungan Wapres ke Sekolah Lapang Sagu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan pangan lokal berbasis potensi daerah.
>>> Deniz Undav Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Pengembangan sagu di Asmat dinilai memiliki peran strategis tidak hanya dalam mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjaga warisan budaya serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat melalui ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Update Terbaru
Kemeriahan Festival Perahu Naga Meriahkan Asia-Pasifik
Minggu / 21-06-2026, 23:56 WIB
Revitalisasi Sekolah di Nias, Murid Kini Belajar Lebih Nyaman
Minggu / 21-06-2026, 23:44 WIB
Toyota HiAce Rp290 Jualan: Ada Kamar Mandi dan Shower di Dalamnya
Minggu / 21-06-2026, 23:42 WIB
Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Oyarzabal Borong Dua Gol dalam 25 Menit
Minggu / 21-06-2026, 23:40 WIB
Spanyol Hajar Arab Saudi Tiga Gol di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 23:40 WIB
Manuel Neuer Pecahkan Rekor Penampilan Kiper Terbanyak di Piala Dunia
Minggu / 21-06-2026, 23:36 WIB
Liga TopSkor Greater Jakarta 2026 Rampung, Diikuti Ribuan Pemain
Minggu / 21-06-2026, 23:36 WIB
Timnas MLBB Indonesia Lolos ke Babak Utama Asian Games 2026
Minggu / 21-06-2026, 23:31 WIB
Julian Nagelsmann Kenakan Jam Mewah Rp68 Juta saat Jerman Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 23:28 WIB
Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading
Minggu / 21-06-2026, 23:26 WIB
Trump: Tidak Ada Pungutan di Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata dengan Iran
Minggu / 21-06-2026, 23:16 WIB
Selandia Baru vs Mesir: Duel Krusial di Grup G Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 23:08 WIB
Menlu Kuba Tuding Rubio Bohong Soal Blokade Minyak
Minggu / 21-06-2026, 23:07 WIB
Emerse Fae Kritik Sikap Pemain Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 23:07 WIB






