Menlu Kuba Tuding Rubio Bohong Soal Blokade Minyak
Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla menuduh Menlu Amerika Serikat Marco Rubio berbohong terkait kebijakan blokade minyak terhadap Kuba.
Pernyataan itu disampaikan Rodriguez melalui akun media sosial X pada Sabtu (20/6).
>>> Emerse Fae Kritik Sikap Pemain Jerman di Piala Dunia 2026
Menurut Rodriguez, Rubio menyangkal adanya blokade bahan bakar total yang justru diakui oleh Gedung Putih.
"Saat menteri luar negeri AS berbicara tentang inkompetensi di Kuba, dia seharusnya ditanya mengapa dia terus-menerus berbohong dan bertentangan dengan presiden AS serta juru bicaranya," tulis Rodriguez.
Ia menambahkan bahwa setiap pernyataan Rubio mengenai situasi di Kuba mengandung upaya menghindari tanggung jawab dan menampilkan diri sebagai penyelamat.
Rencana Pencekikan Ekonomi
Rodriguez mengecam "rencana pencekikan ekonomi" yang dilakukan Rubio dan pemerintahan AS terhadap Kuba.
Kebijakan itu menghalangi perusahaan asing menjual suku cadang dan teknologi bagi pembangkit listrik termoelektrik di Kuba.
>>> Vinicius Junior Bawa Brasil Kalahkan Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026
Ia menyebut rencana tersebut mencegah perusahaan mana pun di dunia menjual minyak kepada Kuba serta menjatuhkan sanksi kepada CUPET, perusahaan yang menangani logistik bahan bakar di Kuba.
Selain itu, sanksi juga dijatuhkan terhadap perusahaan nikel, mengancam perusahaan asing di sektor pariwisata dan pertambangan, serta mencabut hak warga negara asing yang pernah mengunjungi Kuba untuk menggunakan fasilitas ESTA saat memasuki AS.
Rodriguez menambahkan bahwa Rubio secara terbuka menyerukan subversi terhadap tatanan konstitusional Kuba dan terus mengupayakan intervensi militer AS di Kuba.
Perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump pada 29 Januari membuka jalan bagi AS untuk mengenakan tarif terhadap negara-negara yang menjual atau menyediakan minyak kepada Kuba.
>>> Indonesia Kalah 0-3 dari Korea Selatan di Laga Perdana AVC Men's Cup 2026
Sepanjang 2026 ini, Kuba baru menerima satu pengiriman minyak, yaitu sekitar 100.000 ton minyak mentah yang diangkut kapal Rusia Anatoly Kolodkin.
Update Terbaru
Gubernur Sumut Dukung Perbanyak Arena Skatepark di Daerah
Senin / 22-06-2026, 00:24 WIB
Dampak Paparan Teknologi Digital Terhadap Kelelahan Psikologis
Senin / 22-06-2026, 00:22 WIB
Aksi Suporter Jepang Bersihkan Stadion Piala Dunia 2026 Picu Perdebatan Domestik
Senin / 22-06-2026, 00:21 WIB
Aksi Bersih-bersih Suporter Jepang Dianggap Munafik, Pelatih Buka Suara
Senin / 22-06-2026, 00:20 WIB
Gareth Bale Yakin Mourinho Mampu Kendalikan Ego Pemain Real Madrid
Senin / 22-06-2026, 00:20 WIB
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Babak Utama Asian Games 2026
Senin / 22-06-2026, 00:08 WIB
Tengkorak Berusia 146.000 Tahun Akhirnya Teridentifikasi sebagai Denisovan
Senin / 22-06-2026, 00:04 WIB
Sandiana Soemarko Dorong Perubahan Sosial Lewat Aksi Kemanusiaan
Senin / 22-06-2026, 00:04 WIB
Spanyol Hajar Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 00:04 WIB
Revitalisasi Kompleks di Tianjin Dorong Ekonomi Malam
Senin / 22-06-2026, 00:02 WIB
Spanyol Unggul Tiga Gol Atas Arab Saudi pada Babak Pertama
Senin / 22-06-2026, 00:01 WIB
Kemeriahan Festival Perahu Naga Meriahkan Asia-Pasifik
Minggu / 21-06-2026, 23:56 WIB
Revitalisasi Sekolah di Nias, Murid Kini Belajar Lebih Nyaman
Minggu / 21-06-2026, 23:44 WIB
Toyota HiAce Rp290 Jualan: Ada Kamar Mandi dan Shower di Dalamnya
Minggu / 21-06-2026, 23:42 WIB






