Ridwan Djapong (68), warga Desa Tintingan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mengaku terbantu oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam melawan penyakit jantung yang dideritanya.

Penyakit yang ia derita sering kambuh secara tiba-tiba. Sesak napas dan nyeri dada membuatnya harus berulang kali mendapatkan penanganan intensif dan dirujuk ke rumah sakit.

in1

>>> Antwerp Juara FIBA 3x3 Lion City Challenger 2026 di Singapura

“Kalau sudah sesak dan dada terasa sakit, saya tidak bisa berbuat banyak. Harus segera diperiksa dokter.

Kadang dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Ridwan di Banggai, Minggu.

Sebelum memahami manfaat JKN, kekhawatiran terbesarnya adalah biaya pengobatan. Penyakit jantung membutuhkan kontrol rutin, pemeriksaan berkala, dan konsumsi obat teratur yang tidak murah.

“Dulu selalu saya khawatir kalau tiba-tiba sakit, karena tidak tahu mau ambil uang dari mana. Biaya pengobatan di rumah sakit pasti mahal,” kata Ridwan yang bekerja sebagai petani.

Sejak terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Ridwan merasa lebih tenang. Seluruh pelayanan kesehatan, baik di fasilitas tingkat pertama maupun saat dirujuk, ditanggung sesuai ketentuan.

>>> Jakarta Fair 2026 Catat Lebih dari 1,5 Juta Pengunjung di Pekan Pertama

“Alhamdulillah, saya terdaftar sebagai peserta PBI. Jadi setiap kontrol dan saat dirujuk, saya tidak perlu memikirkan biaya.

Saya bisa fokus pada pengobatan supaya kondisi saya tetap terjaga,” ungkapnya.

Menurut Ridwan, program JKN membawa manfaat besar bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Semua bisa mengakses layanan kesehatan tanpa khawatir biaya.

“Adanya program JKN ini membuat layanan kesehatan jadi dapat diakses oleh siapapun. Semakin banyak masyarakat yang tertolong,” ujarnya.

Ridwan juga mengapresiasi pelayanan tenaga kesehatan yang memberikan perhatian dan penjelasan baik mengenai kondisinya. Ia pun memahami pentingnya menjaga pola hidup dan rutin memeriksakan diri.

>>> I.League Hapus Regulasi Wajib Pemain U-23 di Super League

“Pelayanannya baik, saya dilayani dengan sabar. Dokter juga selalu mengingatkan supaya saya rutin kontrol dan menjaga kesehatan,” kata Ridwan.