Sekelompok peneliti dari University of Washington membuka kaleng salmon yang telah disimpan selama 50 tahun.

Mereka menemukan cacing anisakid, parasit laut kecil sepanjang sekitar satu sentimeter yang telah mati akibat proses pengalengan.

in1

>>> Ilmuwan Akhirnya Ungkap Alasan Anjing Memiringkan Kepala saat Diajak Bicara

Meski terdengar menjijikkan, kehadiran cacing tersebut justru dianggap sebagai kabar baik.

Menurut Chelsea Wood, salah satu peneliti, cacing pada ikan menandakan bahwa ikan tersebut berasal dari ekosistem yang sehat.

Arsip Tak Sengaja dari Kaleng Salmon

Kaleng-kaleng tersebut berasal dari sebuah kelompok perdagangan di Seattle yang menyimpannya untuk kontrol kualitas. Tak pernah terbayangkan bahwa kaleng itu akan menjadi kapsul waktu ilmiah.

Tim menganalisis 178 kaleng dari empat spesies salmon yang ditangkap antara 1979 dan 2021 di Teluk Alaska dan Bristol Bay.

Spesies tersebut meliputi salmon pink (62 sampel), sockeye (52), chum (42), dan coho (22). Salmon chinook (king) tidak disertakan karena tidak ada kaleng yang cocok.

Meskipun proses pengalengan telah merusak cacing, para peneliti masih bisa menghitung jumlahnya per gram ikan. Hal ini mengubah kaleng bekas menjadi catatan perubahan laut yang berguna.

Apa yang Diungkapkan Kaleng Tua

Hasil penelitian yang diterbitkan di Ecology and Evolution menunjukkan pola yang tidak seragam.

Tingkat anisakid meningkat jelas pada salmon chum dan pink, yang menurut Natalie Mastick menandakan ekosistem yang stabil atau pulih dengan banyak inang yang cocok.

Pada salmon coho dan sockeye, jumlahnya tetap stabil.

>>> Program KOI Targetkan Jangkau 100 Juta Orang di China

Hal ini mengindikasikan bahwa faktor lain berperan dan spesies anisakid yang berbeda mungkin lebih menyukai salmon yang berbeda.