Puncak Perayaan Hari Wartawan Nasional (Hawana) Malaysia 2026 yang digelar pada 19–21 Juni di Penang, Malaysia, menjadi momentum memperkuat kolaborasi jurnalis di kawasan Asia Tenggara.

Antusiasme delegasi wartawan ASEAN terlihat dalam jamuan makan malam Hawana yang dipersembahkan Yang Di-Pertua Negeri Pulau Pinang, TYT Tun Ramli Ngah Talib.

in1

>>> Brasil Bidik Kemenangan Perdana Lawan Haiti di Piala Dunia 2026

Sekitar 1.000 praktisi media, termasuk dari Indonesia, hadir untuk bercengkerama dan memperkuat jaringan satu sama lain.

Para delegasi yang hadir terdiri dari pemimpin redaksi dan jurnalis senior media terkemuka ASEAN.

Mereka sepakat akan pentingnya peran media konvensional dalam mengedepankan fakta dan kebenaran informasi di tengah perkembangan media sosial.

Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil dalam sambutannya mendorong praktisi media ASEAN memperkuat kerja sama lintas batas, terutama dalam menangkal maraknya berita palsu di media sosial.

Menurut Fahmi, di tengah perkembangan media sosial, praktisi media ASEAN memiliki peran besar untuk menjaga jurnalisme yang berlandaskan kebenaran, integritas, dan tanggung jawab.

>>> Jadwal Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Australia 20 Juni 2026

Jurnalis senior Indonesia sekaligus Ketua Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) Indonesia, Asro Kamal Rokan, mengapresiasi penyelenggaraan Hawana Malaysia sebagai wujud perayaan kemerdekaan pers di Malaysia.

Asro merupakan salah satu tokoh pers Indonesia yang ikut menyumbang pemikiran atas lahirnya perayaan Hawana Malaysia. Menurutnya, Hawana awalnya berkaca pada peringatan Hari Pers Nasional di Indonesia.

Beberapa tokoh Indonesia ikut menyumbangkan pikiran hingga perayaan pertama Hawana Malaysia terlaksana pada tahun 2018 silam.

Puncak Perayaan Hawana Malaysia 2026 akan dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

>>> Bisakah Semut Amazon Benar-benar Melahap Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

Kehadiran PM Anwar menunjukkan komitmen kuat pemerintah Malaysia dalam mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab.