Harga buah durian di Malaysia mengalami penurunan signifikan akibat melimpahnya pasokan dari musim panen raya.

Varietas premium seperti Black Thorn dan Musang King kini dapat diperoleh dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

in1

>>> 6 Koleksi Mobil Mewah Widiyanti Putri, Ada Mercedes-Benz G63 Terbaru

Berdasarkan laporan Guangming Daily, penurunan harga terjadi karena banyak pohon durian berbuah dan matang secara serentak di berbagai wilayah penghasil utama.

Kondisi ini membuat pasar kebanjiran stok, sehingga pedagang terpaksa menyesuaikan label harga agar dagangan cepat habis.

Varietas Black Thorn menjadi salah satu yang paling terdampak. Durian yang biasanya dibanderol tinggi karena tekstur lembut dan rasa manis pekatnya kini mencapai level harga terendah.

Pemilik gerai 668 Durian King di Sanbaya, Kedah Selatan, Lai Jingqun, menyebutkan bahwa harga Black Thorn di lapaknya saat ini mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 212 ribu per buah, tergantung ukuran.

Ia menambahkan bahwa kemerosotan harga pada musim panen kali ini berkisar antara 20 hingga 30 persen.

>>> Tiga Peringatan Penting yang Jatuh Setiap 30 Maret

"Harga durian secara keseluruhan turun sekitar 20% hingga 30% dibandingkan tahun lalu. Ini termasuk harga yang cukup rendah dan jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir," kata Lai Jingqun.

Melonjaknya volume panen dari berbagai daerah yang masuk ke pasar secara bersamaan menciptakan ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan.

Tren penurunan harga diperkirakan masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan, dengan pasokan dari wilayah lain diproyeksi menekan harga lebih dalam lagi.

Situasi ini menjadi kabar baik bagi penikmat durian, yang kini bisa mencicipi varietas kelas atas dengan pengeluaran lebih hemat.

>>> Evermos dan ILO Beri Pelatihan Kewirausahaan Digital untuk Kelompok Rentan

Di sisi lain, para pedagang menghadapi tantangan kompetisi ketat dan harus aktif menawarkan strategi harga yang memikat agar perputaran modal tetap terjaga.