Direktur Kompetisi I. League Asep Saputra menegaskan bahwa regulasi pemain muda di Super League musim depan tidak benar-benar dihapuskan.

Aturan yang mewajibkan satu pemain U-23 bermain minimal 45 menit sebagai starter memang tidak lagi berlaku. Namun, syarat pendaftaran minimal lima pemain muda per klub tetap diberlakukan.

in1

>>> Iran Protes ke FIFA Soal Pembatasan Persiapan Piala Dunia 2026

"Tahun sebelumnya, dua tahun terakhir kita ada regulasi mewajibkan U-23 bermain 45 menit. Tetapi kita konversikan, sebetulnya tidak serta-merta dihapuskan," kata Asep dalam League Talk di Kantor I.

League, Jakarta, Jumat.

I.

League melakukan konversi ini agar talenta muda Indonesia tetap mendapat kesempatan bermain meski bersaing dengan pemain senior dan asing.

Pada musim depan, klub yang memainkan pemain muda melebihi batas minimal tertentu akan mendapat imbalan finansial.

"Kita sudah ada formulanya, setelah melewati minimal memainkan katakanlah 3.000 menit, maka akan ada insentif dalam bentuk kontribusi finansial kepada klub-klub yang memberikan kepercayaan kepada para pemain muda tersebut," jelas Asep.

>>> Prabowo Beri Dukungan Penuh untuk Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030

Selain itu, struktur kepelatihan setiap klub harus menyertakan pelatih lokal untuk menjaga kualitas pelatih tanah air di tengah banyaknya pelatih asing.

"Jadi harus ada juga di kepelatihan yang teknisnya, sesuai dengan standar di minimal di A Diploma AFC," paparnya.

Regulasi pemain asing tidak berubah.

Klub maksimal mendaftarkan 11 pemain asing, sembilan boleh masuk daftar susunan pemain, dan tujuh yang boleh bermain dalam satu pertandingan.

Format kompetisi juga tetap sama.

>>> Wagub: Karnaval Budaya Pesparawi Nasional Cermin Keberagaman Bangsa

Super League diikuti 18 klub dengan sistem double round-robin, total 306 pertandingan, mulai 4 September 2026 hingga 5 Juni 2027.