Para ilmuwan berhasil memetakan jaringan jamur bawah tanah di Bumi secara menyeluruh. Ukuran jaringan ini sangat luas, diperkirakan setara dengan sebagian besar galaksi Bima Sakti jika dibentangkan lurus.

Riset terobosan yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini berfokus pada jamur mikoriza arbuskular.

in1

>>> Saham Properti Anjlok 36,08% akibat Suku Bunga Naik dan Rupiah Lemah

Mikroorganisme tersebut berperan sebagai penopang tersembunyi bagi tanah dunia, mengedarkan air dan nutrisi, serta mengunci cadangan karbon.

Studi menemukan total berat jaringan jamur global mencapai sekitar 300 megaton. Bobot ini setara dengan empat hingga enam kali lipat biomassa seluruh populasi manusia saat ini.

Sekitar 40% massa jamur tersebar di lahan basah atau padang rumput dataran tinggi. Salah satu lokasi spesifik dengan massa terbesar adalah Taman Nasional Everglades di Florida.

Peneliti berharap hasil studi ini mengarahkan perhatian publik pada peran vital jaringan jamur dalam ekosistem. Sekitar 70% kehidupan tanaman di daratan bergantung pada mikroorganisme tersebut.

"Orang-orang sama sekali tidak memperhatikan ekosistem ini," ungkap Toby Kiers, ahli biologi evolusioner di Vrije University Amsterdam dan direktur Society for the Protection of Underground Networks (SPUN).

"Saya berharap temuan ini dapat memicu diskusi untuk perlindungan mereka, karena padang rumput liar menghilang sangat cepat.

Area-area ini sedang dirusak manusia, karena lebih mudah membabat rumput daripada menebang pohon," tambah Justin Stewart, ahli biologi di SPUN.

>>> Empat Minuman Malam Hari yang Bantu Jaga Stabilitas Gula Darah

Peta struktur bawah tanah disusun menggunakan lebih dari 16.000 sampel tanah dari 300 karya ilmiah.

Data tersebut mengukur kepadatan lokal filamen jamur atau hifa di berbagai belahan dunia.