Saham Properti Anjlok 36,08% akibat Suku Bunga Naik dan Rupiah Lemah
Indeks saham sektor properti dan real estate di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan terdalam hingga 36,08% sejak awal tahun hingga pertengahan Juni 2026.
Pelemahan ini dipicu oleh sentimen makroekonomi negatif, termasuk kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan pelemahan nilai tukar rupiah.
>>> Empat Minuman Malam Hari yang Bantu Jaga Stabilitas Gula Darah
Koreksi tajam tersebut membalikkan kinerja akhir tahun 2025 yang sempat melonjak 54,98%.
Emiten Besar Tertekan
Saham emiten properti besar seperti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) turun 20,42% year-to-date (YTD).
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) merosot 31,93% YTD, sementara PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) terpangkas 34,25% YTD.
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) juga melemah 23,67% YTD.
Penyebab Kejatuhan
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ester Mulyani, menilai kejatuhan sektor properti pada 2026 merupakan pembalikan dari euforia tahun sebelumnya.
Lonjakan 2025 lebih banyak digerakkan oleh saham spekulatif berlikuiditas tipis seperti ATAP dan BUVA, bukan fundamental yang kuat.
Hingga Juni 2026, BI telah menaikkan suku bunga tiga kali ke level 5,75%.
Ester menambahkan bahwa kapitalisasi besar saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menjadi beban utama indeks.
Emiten berfundamental bagus cenderung stagnan akibat de-rating struktural sejak 2020.
Kenaikan suku bunga BI diproyeksikan berdampak negatif jangka pendek karena perbankan memperketat pembiayaan KPR.
Meski demikian, insentif PPN DTP 100% hingga 2027 dan valuasi murah dinilai tetap menjadi peluang jangka panjang.
>>> Sudinhub Jakarta Utara Tertibkan Ratusan Kendaraan Parkir Liar di Lima Kecamatan
Ester merekomendasikan saham KIJA karena kinerjanya bertumpu pada permintaan industri yang lebih kebal terhadap fluktuasi bunga KPR.
Update Terbaru
Kronologi Wanita Tusuk Rekan Kerja Hingga Tujuh Kali di Menteng
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Wamen ESDM: Jargas CNG Percepat Akses Energi di Wilayah Tanpa Pipa
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Angkasa Pura Indonesia Revitalisasi Terminal Bandara Minangkabau Rp553 Miliar
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Arsenal vs Coventry City di Pekan Pembuka Premier League 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 21:12 WIB
Belanda Hadapi Swedia di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:12 WIB
Skotlandia vs Maroko: Duel Panas Perebutan Puncak Grup C Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB
FIFA Blokir Tiket Pelaku Rasisme, Undang YouTuber Korea Selatan
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB
Universitas Surabaya dan Institut Perbanas Jakarta Juarai Campus League 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB
Dampak Tersembunyi Kerja Malam Terungkap Lewat 14.000 Pemindaian Otak
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
Kritikus Bedah Kelemahan Naskah Disclosure Day Karya Steven Spielberg
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
H5N1 Diduga Tewaskan Ribuan Anak Anjing Laut di Australia
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
Imigrasi Denpasar Pastikan Layanan Normal Usai Digeledah KPK
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
Yayasan Tarumanagara Siapkan Cetak Biru Kampus 4 Seluas 138 Hektare
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
Mahasiswa di Semarang Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Verbal
Jumat / 19-06-2026, 21:04 WIB






