Pasar keuangan global saat ini menantikan pengumuman arah kebijakan moneter perdana dari Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh.

Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan pada Rabu (17/6/2026).

in1

>>> Umat Hindu Rayakan Hari Raya Galungan 17 Juni 2026

Bank sentral Amerika Serikat diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50%-3,75%. Probabilitas mencapai 99 persen berdasarkan data CME FedWatch Tool.

Fokus utama pelaku pasar kini bergeser pada pernyataan dan sinyal kebijakan yang akan disampaikan Warsh. Ini akan menjadi konferensi pers pertamanya setelah menggantikan Jerome Powell.

Ekspektasi Investor Terpecah

Ekspektasi investor terkait langkah moneter ke depan masih terpecah. Meskipun peluang kenaikan suku bunga dalam pertemuan kali ini sangat kecil.

Berdasarkan survei terbaru Bank of America, 40 persen manajer investasi memproyeksikan minimal satu kali kenaikan suku bunga dalam 12 bulan mendatang.

Angka ini melonjak signifikan dibandingkan 16 persen pada Mei.

Kepala Ekonom AS Barclays, Marc Giannoni, memberikan pandangannya.

"Kami memperkirakan Ketua Warsh akan berupaya meminimalkan kejutan dan gangguan pasar saat membangun kredibilitasnya sebagai ketua baru FOMC," tulis Giannoni.

Situasi ketidakpastian dinilai masih tinggi. Warsh saat ini masih terus menyempurnakan strategi komunikasi publiknya sebagai pimpinan tertinggi otoritas moneter AS.

>>> Polri Ungkap Peran Frans Antoni sebagai Pengendali Keuangan Jaringan Fredy Pratama

Wakil Kepala Ekonom BMO, Michael Gregory, menyoroti tantangan besar. "Pertemuan Juni akan menjadi awal dari upaya Warsh untuk mendorong perubahan di The Fed.

Namun proses tersebut akan lebih bersifat evolusioner daripada revolusioner," tulis Gregory.

Selain suku bunga, perdebatan muncul terkait keberlanjutan tradisi konferensi pers reguler pasca-rapat FOMC. Warsh sebelumnya pernah menyatakan forum tersebut hanya diperlukan jika ada pesan yang sangat penting.