Otoritas Israel secara sepihak mengambil alih Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat, Palestina pada Selasa (16/6/2026).

Langkah ini diumumkan oleh Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich.

in1

>>> Tokocrypto Dukung Satgas PASTI Tindak KOL Kripto Ilegal

Kebijakan kontroversial ini dilaporkan oleh Aljazeera melalui Detikcom. Langkah tersebut dinilai menghapus poin-poin penting dalam Perjanjian Hebron 1997.

Perjanjian Hebron 1997 sebelumnya memberikan wewenang kepada Dewan Kota Palestina di Hebron atas perencanaan, zonasi, dan pembangunan di zona H2 kota Tepi Barat.

Dengan pengambilalihan ini, wewenang tersebut dicabut secara sepihak.

Bezalel Smotrich menyatakan bahwa kebijakan ini menghapus perjanjian lama. Sementara itu, para pengamat dari Tim Pengamat Internasional menyebut tindakan ini berbahaya dan mengancam stabilitas kawasan bersejarah.

Situs Suci Tiga Agama

Masjid Ibrahimi atau Cave of the Patriarchs merupakan situs keagamaan tertua yang masih aktif digunakan. Tempat ini memiliki kedudukan spiritual suci bagi umat Islam, Yahudi, dan Kristen.

>>> Timnas Austria Siapkan Taktik Khusus Redam Serangan Argentina

Menurut Hebron Rehabilitation Committee, lokasi ini diyakini sebagai tempat pemakaman suci bagi keluarga besar Nabi Ibrahim AS, termasuk Siti Sarah, Nabi Ishaq AS, Ribka, Nabi Yaqub AS, dan Lea.

Situs ini telah menjadi pusat ziarah global selama ribuan tahun.

Secara arkeologis, kawasan makam diperkirakan mulai dianggap suci sejak beberapa abad sebelum Masehi. Namun, dokumen sejarah sebelum era Romawi masih sangat minim ditemukan.

Pengambilalihan sepihak ini memicu gelombang kecaman internasional.

>>> Selfie Moriyasu dan Harry Kane Sebelum Piala Dunia 2026 Viral, Publik Terbelah

Banyak pihak menilai langkah Israel berisiko mengubah status historis dan keagamaan salah satu situs paling sensitif di dunia.