Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa strategi militer Israel di Lebanon, Jalur Gaza, dan Tepi Barat justru memicu kebencian dan kekerasan di kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Macron dalam wawancara dengan stasiun televisi France 2 pada Kamis (18/6).

in1

>>> Pendaftaran PIP Melonjak Akibat Ancaman PHK Sektor Manufaktur

Ia mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump benar ketika meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menunjukkan rasa tanggung jawab.

Macron menegaskan bahwa keamanan Israel tidak dapat dijamin melalui pendudukan atau penguasaan wilayah di negara-negara tetangganya.

"Strategi yang terus dijalankan (Netanyahu) di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon selatan dalam jangka panjang bertentangan dengan kepentingan Israel karena memicu kebencian dan kekerasan di kalangan masyarakat di kawasan itu," kata Macron.

Ia kembali menekankan pentingnya perjanjian perdamaian Iran yang baru ditandatangani bagi Lebanon.

>>> Suzuki Luncurkan Jimny XL Rhino Edition Terbatas di Australia, Harga Tembus Rp 542 Juta

"Kami akan segera memobilisasi komunitas internasional untuk membantu tentara Lebanon mendapatkan kembali kendali atas wilayahnya," katanya.

Macron menegaskan bahwa konflik dengan Iran belum sepenuhnya berakhir meski kesepakatan telah tercapai.

Ia menyatakan bahwa fase baru kerja sama dan dialog kini telah dimulai.

"Selalu lebih baik memiliki sebuah kesepakatan daripada perang, terutama ketika terdapat risiko eskalasi, dan itulah yang terjadi," katanya.

>>> Kemnaker Evaluasi Sebaran Program Magang Nasional yang Terpusat di Jawa

"Kita tidak dapat mencapai pergantian rezim melalui pengeboman," kata Macron.