Pemerintah Israel mengambil alih wewenang perencanaan dan pembangunan di kawasan kompleks Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat.

Langkah ini diumumkan Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, seperti dikutip dari Al Jazeera.

in1

>>> Maroko Kalahkan Skotlandia 1-0 di Piala Dunia 2026

Pengambilalihan ini menghapus sebagian isi Perjanjian Hebron tahun 1997 yang sebelumnya memberikan kewenangan resmi kepada pihak Palestina.

Kawasan suci tersebut selama ini menjadi pusat penghormatan bagi umat Muslim dan Yahudi.

Masjid Ibrahimi, yang juga dikenal sebagai Makam Para Leluhur (Cave of the Patriarchs), dihormati oleh tiga agama: Islam, Kristen, dan Yudaisme.

Menurut UNESCO, bangunan ini diperkirakan berdiri sejak abad pertama Masehi untuk melindungi makam Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Kompleks bersejarah ini disebut sebagai bangunan suci tertua di dunia yang masih aktif digunakan untuk ibadah.

>>> Lokasi Samsat Keliling di Detabek pada Sabtu untuk Bayar PKB

Struktur aslinya dinilai sangat kokoh dan mampu bertahan lebih dari 2.000 tahun meski berada di wilayah rawan gempa.

Kota Hebron terletak di persimpangan jalur perdagangan kafilah kuno yang menghubungkan Palestina selatan, Sinai, Yordania timur, hingga Jazirah Arab utara.

Kawasan ini kerap menjadi titik konflik dan aksi kekerasan.

Tokoh yang Dimakamkan di Kompleks

Umat Islam, Kristen, dan Yudaisme meyakini area ini sebagai tempat peristirahatan terakhir para nabi dan istri mereka.

Tokoh yang diyakini dimakamkan di sini meliputi Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, Nabi Yaqub, Siti Sarah, Ribka, dan Lea.

>>> Harga Emas Spot Dunia Melemah ke Rp4,32 Juta per Troy Ounce Akibat Fluktuasi Kurs Rupiah

Catatan sejarah mengenai awal mula kawasan ini sebagai lokasi pemakaman suci belum diketahui pasti karena keterbatasan dokumen tertulis dari era sebelum kekaisaran Romawi.