Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan kesiapannya untuk kembali bertempur jika Amerika Serikat, Israel, atau sekutu mereka melakukan agresi terhadap Iran.

Pernyataan itu disampaikan IRGC pada Jumat, sebagaimana dikutip oleh kantor berita IRNA.

in1

>>> Lalu lintas Selat Hormuz mulai pulih, 25 kapal melintas sehari

"Jika musuh yang licik kembali berupaya memaksakan tuntutan berlebihan dan melanggar hak-hak rakyat Iran, para pejuang Korps Garda Revolusi Islam—baik di darat, laut, maupun udara, serta di seluruh ranah peperangan hibrida—dengan berbekal pengalaman dari berbagai pertempuran dan siap bertindak atas instruksi sekecil apa pun dari komandan yang berani dan bijaksana," demikian bunyi pernyataan tersebut.

IRGC juga menegaskan bahwa mereka siap untuk menimpakan kekalahan bersejarah yang jauh lebih telak dibandingkan sebelumnya.

>>> Industri Keuangan Perkuat Manajemen Risiko Hadapi Ketidakpastian Global

Latar Belakang Konflik

Sebelumnya, pada malam menjelang 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani dokumen secara jarak jauh yang mengatur pengakhiran konflik militer yang telah berlangsung sejak 28 Februari.

Memorandum tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan akhir mengenai isu nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat.

>>> IHSG Menguat Tipis ke Level 6.177 pada Akhir Pekan

Dokumen ini juga menetapkan jadwal bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade lautnya, serta bagi Iran untuk memulihkan pelayaran melalui kawasan perairan Selat Hormuz.