Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa jet-jet tempur F16 melakukan patroli di kawasan Timur Tengah setelah pembicaraan antara Washington dan Teheran di Swiss ditunda.

Pengumuman itu disampaikan melalui akun resmi CENTCOM di platform X pada Jumat.

in1

>>> Hard Lights Gandeng BEAUZ dan Solar State Rilis Lagu Mad World

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Swiss menyatakan bahwa perundingan yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, Qatar, dan Pakistan mengalami penundaan.

CENTCOM menulis, "Jet-jet tempur F16 Angkatan Udara AS menerima pengisian bahan bakar saat melakukan patroli di Timur Tengah.

Pasukan AS di kawasan tetap hadir dan waspada."

Pada 14 Juni, Iran dan Amerika Serikat memastikan bahwa penyusunan nota kesepahaman telah rampung.

>>> Kementerian PU Targetkan 10 Ruas Tol Baru Beroperasi Desember 2026

Kedua negara menandatangani dokumen tersebut secara jarak jauh pada dini hari 18 Juni.

Nota kesepahaman itu berisi kesepakatan untuk mengakhiri konflik militer yang dimulai pada 28 Februari.

Dokumen tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait isu nuklir Iran dan sanksi AS.

>>> AAUI: Pembukaan Selat Hormuz Berdampak Positif bagi Asuransi Marine Cargo

Selain itu, nota kesepahaman menetapkan jadwal bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade laut dan bagi Iran untuk memulihkan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.