Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan penyelesaian konstruksi 10 ruas jalan tol baru di Pulau Sumatera dan Jawa. Proyek ini diharapkan dapat beroperasi pada Desember 2026.

Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemerintah ingin mengantisipasi lonjakan kendaraan di akhir tahun.

in1

>>> AAUI: Pembukaan Selat Hormuz Berdampak Positif bagi Asuransi Marine Cargo

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Ni Komang Rasmiati, menyampaikan rencana ini di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

"Ada rencana sekitar 10 ruas. Harapannya dapat diselesaikan di akhir 2026, dan ini dapat difungsionalkan untuk menunjang pergerakan lalu lintas Nataru," ujarnya.

Prioritas Tol Trans Sumatera

Jaringan Tol Trans Sumatera menjadi salah satu prioritas yang akan dibuka secara fungsional.

Ruas yang disiapkan meliputi Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 dan Tol Palembang-Betung Seksi 1 dari Keramasan hingga Pulau Rimau.

>>> Harga Logam Mulia Global Turun ke Level 4.173 USD per T.Oz

Ni Komang merinci, "Ada ruas di Sigli-Banda Aceh, Seksi 1. Kemudian juga ruas Palembang-Betung Seksi 1 dari Keramasan-Pulau Rimau."

Di Pulau Jawa, pengerjaan difokuskan pada akses tol krusial untuk memecah kepadatan.

Jalur tersebut meliputi Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Seksi 3 rute Paiton-Basuki serta Tol Jakarta Cikampek II (Japek II) Selatan Seksi 6 yang menghubungkan Kutanegara-Sadang.

Pemerintah berkomitmen memperketat pengawasan di seluruh titik proyek.

>>> Mendukbangga Apresiasi Penurunan Stunting di Kulon Progo di Bawah Rata-rata Nasional

"Itu antara lain potensi yang kita terus tingkatkan pengawasannya untuk penyelesaian konstruksi di akhir 2026 sehingga dapat difungsionalkan untuk periode Nataru nanti," terang Ni Komang.