Trump: AS Harus Jaga Netanyahu Tetap Terkendali di Lebanon
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington perlu menjaga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tetap "sedikit waras" dalam menyikapi situasi di Lebanon.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam cuplikan wawancara dengan Axios yang dipublikasikan pada Jumat.
>>> Presiden Prabowo Minta Menpora Susun Persiapan Turnamen FIFA ASEAN
Meski menggambarkan hubungannya dengan Netanyahu sebagai hubungan yang "baik", Trump mengeklaim dirinya dapat mengendalikan tindakan militer Israel di Lebanon.
Menurut Trump, para pejabat di Israel "melakukan apa yang dikatakan Trump."
Superioritas Militer AS
Trump menekankan superioritas militer Amerika Serikat dengan menyebut bahwa Washington menyediakan "senjata" dan pesawat pembom siluman B-2 bagi Israel.
Ia juga mengeklaim bahwa tanpa campur tangan dirinya, Israel akan "dihancurkan", mengulang pernyataannya awal pekan ini bahwa "tanpa Amerika Serikat, tidak akan ada Israel."
Awal pekan ini, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah menyarankan Netanyahu untuk mengambil pendekatan yang "lebih lunak" di Lebanon.
>>> Menkum: Revisi UU Jabatan Notaris Percepat Pemeriksaan Akta Otentik
Menurutnya, Israel tidak perlu "meruntuhkan sebuah gedung setiap kali ada seseorang dari Hizbullah masuk ke dalamnya," merujuk pada serangan udara Israel yang kerap menyasar wilayah Lebanon, termasuk kawasan permukiman.
Pernyataan terbaru Trump itu muncul bersamaan dengan pengumuman gencatan senjata baru antara Israel dan Hizbullah yang mulai berlaku pada Jumat pukul 16.00 waktu setempat.
Kesepakatan tersebut tercapai setelah eskalasi konflik yang menewaskan 47 orang di Lebanon selatan dan empat tentara Israel sejak Jumat dini hari.
Berdasarkan data resmi, operasi militer Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan 3.912 orang, melukai 11.873 lainnya, dan memaksa lebih dari satu juta penduduk mengungsi.
Israel hingga kini masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, sebagian di antaranya telah diduduki selama beberapa dekade dan sebagian lainnya sejak pecahnya konflik terbaru.
>>> Roberto Martinez Soroti Masalah Emosi Timnas Portugal Usai Ditahan RD Kongo
Dalam operasi militer belakangan ini, pasukan Israel dilaporkan telah maju lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.
Update Terbaru
Raychell, Emi Nitta, dan Haruna Luna Meriahkan Japan Weekend Madrid
Sabtu / 20-06-2026, 00:48 WIB
Pengusaha Mobil Bekas di Utah Diduga Palsukan Dokumen untuk Jual Mobil Rusak
Sabtu / 20-06-2026, 00:48 WIB
Tsutomu Takahashi Ungkap Inspirasi di Balik Guitar Shop Rosie dan Jumbo Max
Sabtu / 20-06-2026, 00:44 WIB
BPBD Pastikan Karhutla di Aceh Barat Berhasil Dipadamkan
Sabtu / 20-06-2026, 00:44 WIB
Dokter Tifa Jalani Rawat Inap Akibat GERD Kambuh dan Stres Tinggi
Sabtu / 20-06-2026, 00:36 WIB
SpaceX: Dari Startup Ambisius hingga Penguasa Luar Angkasa
Sabtu / 20-06-2026, 00:35 WIB
DPR Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa soal BBM hingga MBG
Sabtu / 20-06-2026, 00:32 WIB
Pria Diduga Bunuh Istri di Angke Jakbar Diringkus Polisi
Sabtu / 20-06-2026, 00:32 WIB
Kementerian Kebudayaan akan renovasi lanjutan rumah Tan Malaka di Sumbar
Sabtu / 20-06-2026, 00:30 WIB
Pemkab Sosialisasikan Kemudahan Perizinan di Kepulauan Seribu Lewat Podcast
Sabtu / 20-06-2026, 00:30 WIB
Kurang Fokus di Akhir Laga Lawan Pelita Jaya Jadi Evaluasi Hornbills
Sabtu / 20-06-2026, 00:30 WIB
Prabowo Minta Erick Thohir Benahi Kompetisi Demi Timnas ke Piala Dunia
Sabtu / 20-06-2026, 00:28 WIB
Uni Eropa Terbelah Soal Negosiasi dengan Rusia
Sabtu / 20-06-2026, 00:28 WIB
League Cup Hanya Diikuti Klub Super League dan Championship
Sabtu / 20-06-2026, 00:28 WIB






