Mangaka Tsutomu Takahashi untuk pertama kalinya menghadiri acara internasional di Manga Barcelona 2025. Ia membuka partisipasinya dengan konferensi pers pada hari pertama acara.

Melalui penerbit Norma Editorial, Takahashi-sensei berbicara tentang dua karya terbarunya: Jumbo Max dan Guitar Shop Rosie. Ia juga mengadakan sesi tanda tangan dan kelas master untuk para penggemar.

in1

>>> Studio MAPPA Umumkan Adaptasi Anime JIMOTO SAIKO, Tayang di Netflix

Takahashi dikenal dengan latar gelap, karakter abu-abu, dan realisme berdasarkan pengalaman pribadi serta pemikirannya tentang budaya Jepang. Dalam konferensi pers, ia memberikan wawasan tentang proses kreatifnya.

Perjalanan Karier dan Inspirasi

Takahashi lahir pada 1965 dan tumbuh di era ketika manga menjadi bagian dari budaya nasional Jepang.

Ayahnya juga menyukai manga, sehingga ia terbiasa memiliki banyak manga di rumah sejak kecil.

Ia terinspirasi oleh manga olahraga seperti Ashita no Joe yang memotivasinya untuk menjadi mangaka. Pada usia 6 atau 7 tahun, ia sudah pandai menggambar.

Menurutnya, menggambar adalah aktivitas yang bisa dilakukan siapa saja tanpa perlu modal besar. "Siapa pun bisa mulai menggambar jika mereka bertekad," ujarnya.

Pengalaman sebagai Anggota Geng Motor

Takahashi mengaku bahwa Detonation Island adalah karya yang paling banyak memuat pengalaman pribadinya, sekitar 80 persen. Karya itu mencakup masa-masa ketika ia menjadi anggota geng motor Bōsōzoku.

Ia menggambarkan masa itu sebagai era liar tahun 80-an, di mana anak muda mencari pemberontakan. "Kami merasa tak terkalahkan," kenangnya.

Dua temannya meninggal dalam cerita tersebut, dan adegan kematian itu benar-benar berdasarkan kejadian nyata. "Itu adalah sesuatu yang tidak bisa Anda gambar jika Anda tidak melihatnya," katanya.