Penulis naskah dan penulis drama Kazuki Nakashima hadir di Manga Barcelona tahun lalu untuk memutar film 'Tengosei~Shaman Star'.

Ia juga berbagi pemikiran tentang cerita dan proses kerja grup teaternya, Gekidan☆Shinkansen (ゲキ×シネ).

>>> Kenjiro Tsuda Gugat TikTok atas Penggunaan Suara AI Tanpa Izin

Nakashima dikenal sebagai penulis naskah berbagai anime populer, namun kariernya dimulai di dunia teater.

Grup teaternya menggabungkan aksi, komedi, dan konflik batin dengan efek khusus yang beragam.

Gekidan☆Shinkansen juga menghadirkan pertunjukan teater yang difilmkan melalui Geki x Cine.

Untuk Manga Barcelona, mereka membawa kostum asli yang digunakan dalam Tengosei.

Inisiatif Geki x Cine

Nakashima menjelaskan bahwa Gekidan Shinkansen selalu berfokus pada pertunjukan aksi dengan sentuhan fantasi.

Namun, format teater bersifat sementara karena berakhir setiap pertunjukan.

Mereka ingin melestarikan pertunjukan agar bertahan lama, namun rekaman biasa bisa membosankan.

Oleh karena itu, mereka menciptakan format baru Geki x Cine.

Tujuannya adalah memberikan nuansa teater yang dipadukan dengan efek khusus.

Sekitar 14-15 kamera dipasang di seluruh teater dan merekam saat penonton hadir.

Aktor pun tampil lebih baik jika mendapat reaksi dari publik.

Untuk Tengosei, mereka menggunakan rekaman dari dua pertunjukan berbeda pada hari yang sama.

Mereka telah bekerja dengan tujuan ini selama hampir 20 tahun.

Panelis menambahkan bahwa perusahaan merayakan ulang tahun ke-45 pada 2025.

Mereka menghadirkan drama modern dengan nomor musik rock live dan band live, serta efek khusus.

Inspirasi Lirik Lagu

Bagian musik merupakan ide sutradara Hidenori Inoue yang menyukai struktur seperti itu.

Dalam Tengosei, digunakan 3-4 lagu, namun dalam pertunjukan yang berlangsung di Jepang pada Desember 2025, sekitar 14 lagu dinyanyikan.