Penulis liriknya adalah Yukinojo Mori, yang juga menulis lirik lagu Dragon Ball 'CHA-LA HEAD-CHA-LA'.

Keputusan di mana memasukkan musik berasal dari permintaan sutradara, yang bekerja dengan komposer dan penulis.

Visi Penulis vs Sutradara

Sutradara Inoue adalah teman Nakashima sejak SMA dan mereka telah bekerja sama selama lebih dari 50 tahun.

Saat memulai, teater dianggap sebagai seni yang terkait dengan 'filosofis', namun mereka sepakat ingin fokus pada hiburan.

Meski kadang bentrok, mereka selalu berdiskusi hingga mencapai kesimpulan untuk melanjutkan.

Dukungan dari seluruh tim yang sangat baik sangat membantu.

>>> Cara Mudah Bayar Tagihan GoPay Later Lewat Gojek, GoPay, dan BCA

Proses Latihan dan Persiapan

Latihan dilakukan selama sebulan, melibatkan teknisi cahaya dan suara, serta koordinasi waktu pertunjukan.

Kekuatan format Geki x Cine adalah mampu mengeksekusi gambaran mental sutradara Inoue (cahaya, suara, dll).

Sutradara sangat baik dalam menyampaikan ide di kepalanya kepada para aktor.

Ini bukan memaksakan ide, melainkan memberikan dasar bagi aktor.

Hukuman Ilahi pada Hanbei

Nakashima mengatakan bahwa meski tidak selalu salah sendiri, kita tetap bisa berakhir dalam masalah atau situasi rumit.

Pertumbuhan pribadi terjadi pada saat-saat sulit tersebut.

Dalam film, Hanbei banyak menderita, namun pada akhirnya, dengan keputusannya sendiri, ia menemukan orang yang dicintai yang ingin ia lindungi.

Itulah yang ia coba gambarkan sebagai cara hidup Hanbei.

Ia percaya bahwa meskipun 'hukuman ilahi' ada dalam hidup, yang harus dilakukan adalah menghadapinya.

Peran Perempuan yang Kuat

Nakashima menulis sendiri aspek ini yang merupakan ciri khas karya Shinkansen.

Dalam cerita, ada konfrontasi awal antara Hanbei dan Ginji, namun tema lain adalah hubungan antara Hanbei, Ibuki, dan Misaki.