Pelatih VfB Stuttgart Sebastian Hoeness membuat keputusan mengejutkan dengan mencadangkan kapten tim Atakan Karazor dalam laga final DFB Pokal melawan FC Bayern Munchen pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Posisi gelandang utama tersebut digantikan oleh pemain muda Chema Andres.

>>> Willem II Promosi ke Eredivisie Usai Kalahkan FC Volendam Lewat Adu Penalti

Langkah ini terbilang tidak terduga karena Karazor baru saja menyelesaikan masa hukuman kartu merah di Bundesliga dan siap dimainkan.

Namun, sang kapten harus merelakan tempatnya di posisi starter kepada Andres yang akan berduet dengan Angelo Stiller.

Alasan Kebugaran

Sebelum pertandingan, Hoeness memberikan klarifikasi kepada media Sky mengenai keputusannya meninggalkan Karazor di bangku cadangan.

Masalah kebugaran fisik menjadi alasan utama di balik kebijakan taktis tersebut.

"Er hat leider auch vor seiner Sperre schon mit kleinen Problemen gekämpft," kata Hoeness.

Kurangnya porsi latihan akibat kendala kebugaran dalam beberapa pekan terakhir membuat tim pelatih enggan mengambil risiko menurunkan Karazor sejak menit awal.

>>> Getafe Jamu Osasuna di Laga Pamungkas La Liga demi Tiket Eropa

"Er hat in den letzten zwei Wochen nicht viel trainiert," ujar Hoeness.

Sebagai gantinya, Hoeness memercayakan lini tengah kepada Andres yang dinilai menunjukkan performa impresif dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk saat melawan Eintracht Frankfurt dan Bayer Leverkusen.

"Chema hat es gut gemacht. In Frankfurt hat er ein Tor gemacht, gegen Leverkusen hat er auch gut gespielt," ucap Hoeness.

Pertimbangan performa stabil dari pemain muda tersebut menjadi dasar bagi tim pelatih dalam menyusun komposisi utama untuk pertandingan perebutan gelar juara ini.

"Es war die logische Entscheidung," kata Hoeness.

Selain sektor gelandang, susunan pemain VfB Stuttgart juga memicu pertanyaan setelah nama-nama bek kanan murni seperti Josha Vagnoman dan Seedy Assignon tidak masuk dalam daftar starter.

>>> Real Madrid vs Athletic Club: Laga Perpisahan Arbeloa, Carvajal, dan Alaba

Strategi lini pertahanan tersebut tetap menerapkan skema empat bek untuk meredam serangan lawan.