Penulis skenario, dramawan, dan novelis Kazuki Nakashima untuk pertama kalinya hadir dalam ajang Salon del Manga Barcelona edisi 2025.

Selama acara, ia menggelar sesi tanya jawab, mempresentasikan lakon terbarunya Tengosei: Shaman Star, dan berinteraksi dengan para penggemar.

>>> The Apothecary Diaries Palace Chronicles Game Rilis Teaser Trailer

Nakashima dikenal sebagai kepala penulis untuk serial populer seperti Tengen Toppa Gurren Lagann, Kill la Kill, Brand New Animal, dan film Promare.

Ia juga berkontribusi dalam skenario dua film Batman Ninja.

Akar kariernya berada di dunia teater sebagai anggota grup Gekidan☆Shinkansen, yang menggabungkan drama sejarah Jepang dengan komedi, rock, dan elemen modern.

Salah satu karya terbarunya, Tengosei: Shaman Star, diputar di konvensi dalam format pertunjukan film berlabel Geki x Cine.

Proses Kreatif dan Perbedaan Karya Orisinal vs Adaptasi

Menurut Nakashima, ia lebih fokus pada karya orisinal. Saat mengadaptasi novel atau manga, ia harus benar-benar menyukai karya tersebut dan berusaha mempertahankan atmosfer aslinya.

Dalam menyiapkan naskah proyek orisinal, ia pertama-tama membuat keseluruhan cerita secara garis besar, lalu fokus pada setiap episode.

Namun, jika karakter mulai bergerak sendiri, ia memberi ruang untuk perubahan.

Keunikan lainnya, ia selalu membuat adegan akhir terlebih dahulu. Dalam teater, momen penutupan tirai sangat penting, sehingga ia bisa mengevaluasi bagaimana mengarahkan episode menuju kesimpulan tersebut.

Kolaborasi dengan Sutradara dan Tim Produksi

Nakashima mengaku tidak banyak terlibat dalam urusan musik. Untuk desain karakter, ia kadang meminta diperlihatkan dan sesekali memberikan pendapat.

Namun, dalam anime, ia berusaha menghormati posisi sutradara karena karya tersebut milik sang sutradara.

Berkolaborasi lagi dengan sutradara Hiroyuki Imaishi di Kill la Kill, Nakashima mengatakan bahwa nada serius dan komedi sengaja dikontraskan.