Wawancara Eksklusif: Shinichiro Watanabe Bicara Proses Kreatif, Ide Flamenco, dan Lazarus
Shinichiro Watanabe, sutradara legendaris di balik Cowboy Bebop (1998), Samurai Champloo (2004), dan Lazarus (2025), menghadiri Manga Barcelona tahun lalu.
Selama empat hari, ia berinteraksi dengan penggemar dan memberikan wawancara eksklusif.
>>> I Became a Legend After My 10 Year-Long Last Stand Rilis Visual Baru dan Tambahan Pengisi Suara
Tema Keluarga dan Masa Lalu
Watanabe mengaku tema keluarga yang muncul dalam karyanya terjadi secara alami. Menurutnya, hal itu mirip dengan industri anime yang bersifat freelance.
“Ketika proyek datang, mereka berkumpul dan membentuk keluarga. Saat proyek berakhir, mereka berpisah,” jelasnya.
Ia juga membahas karakter yang melarikan diri dari masa lalu. Watanabe mengatakan manusia selalu membawa kesedihan, tetapi ia berusaha menggambar karakter yang tetap berusaha bahagia.
Isu Sosial dan Musik
Watanabe sengaja menampilkan sisi positif dan negatif pada karakternya. Ia mengaku harus membatasi diri agar tetap bisa ditayangkan di televisi.
“Jika saya membuat karakter utama seorang pembunuh berantai, saya rasa tidak akan diizinkan tayang,” ujarnya.
Mengenai musik, Watanabe mengungkapkan keinginan untuk bereksperimen dengan flamenco. Ide itu muncul saat produksi Cowboy Bebop untuk episode tentang pembunuh yang menari flamenco sambil menembak.
“Episode itu terlihat seperti parodi, jadi kami membatalkannya,” katanya.
>>> Re:ZERO Season 4 Episode 8 Preview Trailer & Gambar Dirilis, Siap-siap Lebih Sakit
Antagonis dan Episode Ikonik
Watanabe menjelaskan bahwa antagonis seperti Vicious atau Five sengaja jarang muncul agar tetap misterius. “Jika mereka muncul di setiap episode, sisi misteriusnya akan hilang,” ujarnya.
Episode 17 Cowboy Bebop, “Mushroom Samba”, terinspirasi dari demo lagu “Mushroom Hunting” karya Yoko Kanno. Watanabe menyebutnya sebagai episode musikal, bukan aksi.
Untuk Samurai Champloo, episode baseball (Episode 23) dibuat sebagai jeda ringan sebelum akhir cerita yang serius. Watanabe ingin memadukan samurai dengan baseball dengan cara paling menyenangkan.
Lazarus dan Pesan untuk Masa Depan
Watanabe menegaskan bahwa cerita Lazarus ditulis sebelum pandemi COVID-19. “Kami sedih karena kenyataan ‘mencerminkan’ ide kami,” katanya.
Ia tidak ingin menentukan apakah Lazarus memiliki akhir bahagia atau tragis. Pesan utamanya adalah kesadaran akan masalah yang ada.
“Di akhir setiap episode, ditunjukkan berapa hari tersisa. Di finale, protagonis selamat, tetapi pesannya tetap nol hari.
>>> K-pop Raih Kemenangan Besar di AMA 2026, BTS Bawa Pulang Artist of the Year
Artinya, masih ada masalah yang belum terselesaikan,” pungkasnya.
Update Terbaru
Saham Teknologi ASX Diperdagangkan di Bawah Nilai Wajar Setelah Aksi Jual Pasar
Minggu / 12-07-2026, 15:28 WIB
Diskusi Terbuka dengan Suami: Kunci Menentukan Masa Depan Pernikahan
Minggu / 12-07-2026, 15:28 WIB
Sikap Trump di KTT NATO Ankara: Dari Marah hingga Puji Sekutu
Minggu / 12-07-2026, 15:28 WIB
Pakar Hukum Administrasi Negara Dukung Kortas Tipikor Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU
Minggu / 12-07-2026, 15:28 WIB
Bandara Bandanaira Bakal Punya Runway 2,2 Km, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Maluku
Minggu / 12-07-2026, 15:28 WIB
Tersangka Diborgol Coba Kabur Dua Kali Saat Razia di Washington
Minggu / 12-07-2026, 15:26 WIB
Dwayne Johnson: Penampilan 2001 vs 2026, Good Genes atau Good Docs?
Minggu / 12-07-2026, 15:26 WIB
Pesona Metallic Bikini Para Selebriti di Musim Panas
Minggu / 12-07-2026, 15:22 WIB
Kyle Van Noy: Aaron Donald Masih Punya 'Banyak Bensin' untuk Comeback
Minggu / 12-07-2026, 15:21 WIB
Ice-T Pastikan Tampil di Setiap Episode Law & Order: SVU Musim 28
Minggu / 12-07-2026, 15:21 WIB
Alasan Lionel Messi Cs Pakai Pita Hitam saat Argentina vs Swiss
Minggu / 12-07-2026, 15:21 WIB
FIFA Buka Suara soal Kontroversi Gol Bellingham Diduga Kena Kabel
Minggu / 12-07-2026, 15:21 WIB
Pertamina Patra Niaga Dukung Program Sosial: Seragam Sekolah, Sembako, dan Pemberdayaan Usaha
Minggu / 12-07-2026, 15:21 WIB







