Seorang wanita berusia 55 tahun mengaku mengalami dilema rumah tangga setelah menopause.

Ia merasa hasrat seksualnya kembali, namun suaminya tidak lagi tertarik karena perubahan berat badan dan masalah ereksi.

>>> Sikap Trump di KTT NATO Ankara: Dari Marah hingga Puji Sekutu

Wanita itu menceritakan bahwa ia menjalani histerektomi traumatis delapan tahun lalu yang menurunkan gairah seksnya. Suaminya saat itu bersabar dan pengertian.

Namun setelah menopause, libidonya kembali sementara suami justru kritis terhadap penampilan dan performa seksualnya.

Untuk mengatasi kekurangan seks, ia memutuskan menggunakan jasa pria penghibur. Namun situasi menjadi rumit karena pria tersebut mengembangkan perasaan padanya.

Ia pun mengakhiri hubungan itu, tetapi pria itu masih membuat unggahan bernada sindiran di media sosial.

Pandangan Psikoterapis

Psikoterapis Katherine Cavallo menilai bahwa periode tanpa seks dalam pernikahan panjang adalah hal normal. Namun cara wanita itu mengatasinya dianggap seperti bermain api secara relasional.

>>> Pakar Hukum Administrasi Negara Dukung Kortas Tipikor Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU

Cavallo menjelaskan bahwa kritik suami terhadap performa dan berat badan istri sering kali merupakan proyeksi rasa malu dan ketidakamanannya sendiri akibat kesulitan ereksi.

Ia menyarankan pasangan untuk fokus pada apa yang mereka rindukan satu sama lain dan memulai kembali secara perlahan.

Menurut Cavallo, hubungan dengan pria penghibur hanyalah solusi jangka pendek. Perasaan yang muncul didorong oleh kebaruan dan kemungkinan tidak akan bertahan lama.

Langkah ke Depan

Wanita itu disarankan untuk berbicara terbuka dengan suaminya. Mereka perlu memutuskan apakah ingin bersama-sama menjalani tahap kehidupan selanjutnya atau berpisah.

>>> Bandara Bandanaira Bakal Punya Runway 2,2 Km, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Maluku

Cavallo menekankan pentingnya mengesampingkan penetrasi seksual untuk sementara waktu dan mengalihkan fokus dari performa ke kesenangan bersama. Proses ini tidak mudah, tetapi diperlukan untuk memperbaiki hubungan.