Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam keras serangan terbaru Israel di wilayah selatan dan timur Lebanon. Ia menilai eskalasi ini berbahaya dan menuntut gencatan senjata total secepatnya.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari akun kantornya di platform X, Aoun menyebut serangan tersebut telah menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan.

in1

>>> Menpora: Presiden Prabowo Dukung Penuh Naturalisasi Pemain Timnas

"Apa yang kita saksikan hari ini merupakan eskalasi berbahaya yang patut dikecam," ujarnya.

Serangan Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya 31 warga Lebanon sejak Jumat dini hari. Korban termasuk perempuan dan anak-anak, serta menghambat upaya penguatan gencatan senjata.

>>> Anggota DPR Dorong Penguatan Pendidikan Anak Binaan di LPKA

Desakan Gencatan Senjata Komprehensif

Aoun menegaskan bahwa gencatan senjata menyeluruh adalah pintu masuk untuk membahas isu-isu penting lainnya. Ia menyebut penarikan pasukan Israel, penempatan tentara Lebanon, dan pemulangan tahanan sebagai agenda utama.

"Tidak boleh ada toleransi dalam masalah ini," tegas Aoun. Ia juga menekankan bahwa serangan Israel tidak akan menghentikan upaya mencapai gencatan senjata yang komprehensif.

>>> FWD Insurance Perkuat Struktur Organisasi untuk Dorong Kinerja Bisnis

Serangan ini terjadi meskipun ada kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang mulai berlaku. Aoun mendesak komunitas internasional untuk bertindak menghentikan agresi Israel.