Jabar Targetkan 10 Juta Pekerja Informal Masuk BPJS Ketenagakerjaan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal dan rentan hingga 10 juta orang.
Langkah ini menjadi instrumen taktis untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
>>> Klinik Kecantikan Dituntut Perbarui Teknologi dan Kompetensi Medis
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan fokus perluasan jaminan sosial menyasar segmen informal yang belum tersentuh regulasi wajib.
"Kalau BPJS Kesehatan sudah menjadi kewajiban undang-undang. Yang belum menjadi kewajiban undang-undang kan BPJS Ketenagakerjaan.
Jadi, kami akan garap yang belum menjadi kewajiban undang-undang," kata Dedi di Bandung, Jumat.
Ia meyakini jika seluruh pekerja non-formal terlindungi dari risiko kerja, ketahanan ekonomi keluarga di Jawa Barat akan terjaga saat menghadapi krisis.
"Nah, kalau seluruh rakyat Jawa Barat yang bukan TNI, polisi, karyawan BUMN, ASN, karyawan perusahaan yang tidak terlindungi oleh asuransi ketenagakerjaan semuanya dilindungi, maka tidak akan ada lagi kemiskinan di Jawa Barat," ujar Dedi.
Pemprov Jabar secara bertahap akan mendongkrak alokasi anggaran jaminan sosial sesuai kapasitas fiskal daerah.
Sinergi lintas lini mulai dari provinsi, kabupaten/kota, hingga desa akan diandalkan.
"Misalnya, tahun ini kita satu juta, mudah-mudahan ke depan bisa dua juta atau tiga juta. Ya nuhun-nuhun bisa 10 juta," kata Dedi.
Pernyataan itu disampaikan dalam Apresiasi Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan di kompleks Gedung Pakuan, Bandung, Kamis (18/6).
>>> Nama Asli Barbie Hsu Resmi Diabadikan Jadi Nama Asteroid
Dalam acara tersebut, BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemprov Jabar menyalurkan total manfaat Rp49,3 miliar kepada 1.515 peserta.
Dedi membeberkan sejumlah kasus di lapangan di mana instrumen ini menyelamatkan ekonomi warga dari kebangkrutan setelah kecelakaan kerja.
Update Terbaru
Raychell, Emi Nitta, dan Haruna Luna Meriahkan Japan Weekend Madrid
Sabtu / 20-06-2026, 00:48 WIB
Pengusaha Mobil Bekas di Utah Diduga Palsukan Dokumen untuk Jual Mobil Rusak
Sabtu / 20-06-2026, 00:48 WIB
Tsutomu Takahashi Ungkap Inspirasi di Balik Guitar Shop Rosie dan Jumbo Max
Sabtu / 20-06-2026, 00:44 WIB
BPBD Pastikan Karhutla di Aceh Barat Berhasil Dipadamkan
Sabtu / 20-06-2026, 00:44 WIB
Dokter Tifa Jalani Rawat Inap Akibat GERD Kambuh dan Stres Tinggi
Sabtu / 20-06-2026, 00:36 WIB
SpaceX: Dari Startup Ambisius hingga Penguasa Luar Angkasa
Sabtu / 20-06-2026, 00:35 WIB
DPR Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa soal BBM hingga MBG
Sabtu / 20-06-2026, 00:32 WIB
Pria Diduga Bunuh Istri di Angke Jakbar Diringkus Polisi
Sabtu / 20-06-2026, 00:32 WIB
Kementerian Kebudayaan akan renovasi lanjutan rumah Tan Malaka di Sumbar
Sabtu / 20-06-2026, 00:30 WIB
Pemkab Sosialisasikan Kemudahan Perizinan di Kepulauan Seribu Lewat Podcast
Sabtu / 20-06-2026, 00:30 WIB
Kurang Fokus di Akhir Laga Lawan Pelita Jaya Jadi Evaluasi Hornbills
Sabtu / 20-06-2026, 00:30 WIB
Prabowo Minta Erick Thohir Benahi Kompetisi Demi Timnas ke Piala Dunia
Sabtu / 20-06-2026, 00:28 WIB
Uni Eropa Terbelah Soal Negosiasi dengan Rusia
Sabtu / 20-06-2026, 00:28 WIB
League Cup Hanya Diikuti Klub Super League dan Championship
Sabtu / 20-06-2026, 00:28 WIB






