Aktivitas fisik memang dianjurkan untuk penuaan yang sehat. Namun, sebuah studi terbaru mengungkap bahwa duduk terlalu lama bisa menghilangkan manfaat tersebut bagi otak.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Alzheimer & Dementia ini melibatkan 404 sukarelawan dengan usia rata-rata 70 tahun. Mereka memakai alat pelacak aktivitas selama sepekan.

in1

>>> Prabowo Siapkan Surat ke FIFA, Indonesia Bidik Tuan Rumah ASEAN Cup 2026

Hasilnya, peserta tidur sekitar 7,5 jam per malam, duduk hampir 6 jam sehari, dan melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat sekitar 1 jam setiap hari.

Sekitar 87% peserta memenuhi rekomendasi 150 menit aktivitas fisik sedang per minggu.

Namun, mereka yang paling lama duduk menunjukkan fungsi kognitif yang lebih buruk—tanda-tanda yang terkait dengan demensia.

Duduk dan Otak yang Menua

Mereka yang duduk lebih lama juga menunjukkan tanda-tanda neurodegenerasi lebih banyak, terutama penipisan hipokampus yang lebih cepat.

>>> Imigrasi Deportasi 3 WNA Tiongkok Manipulasi Data Visa

Hipokampus adalah area otak yang terlibat dalam proses memori dan salah satu area pertama yang terpengaruh pada Alzheimer.

Hubungan negatif antara waktu duduk dan kesehatan otak ini bahkan lebih kuat pada orang dengan risiko genetik Alzheimer yang lebih tinggi, yaitu pembawa alel APOE4.

Untuk melindungi kemampuan kognitif seiring bertambahnya usia, fokuslah pada pengurangan waktu duduk, bukan hanya berolahraga. Jangan mengandalkan jalan cepat untuk menebus duduk seharian.

Olahraga teratur memang baik, tetapi jika ingin menjaga otak, biasakan berdiri dan bergerak sepanjang hari—meski hanya berjalan sambil menelepon atau bergerak saat iklan TV.

>>> Mantan Menhan Korsel Divonis Tiga Tahun Penjara karena Bocorkan Rahasia Militer

Hipokampus Anda mungkin akan berterima kasih.