Anggota DPR Dorong Penguatan Pendidikan Anak Binaan di LPKA
Anggota Komisi XIII DPR RI Franciscus Maria Agustinus Sibarani mendorong penguatan sistem pendidikan bagi warga binaan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).
Ia menilai pendidikan harus difasilitasi langsung di dalam LPKA untuk mengurangi kendala dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
>>> FWD Insurance Perkuat Struktur Organisasi untuk Dorong Kinerja Bisnis
Hal itu disampaikan Sibarani usai mengunjungi LPKA Kelas II Sungai Raya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat.
Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau program pendidikan bagi anak binaan dan berdialog dengan pengelola serta peserta didik.
Sibarani menilai skema pendidikan yang mengharuskan anak binaan belajar di luar LPKA penuh hambatan dan risiko.
Menurutnya, proses adaptasi tidak mudah bagi kedua belah pihak jika anak harus bersekolah di luar.
Selain kendala sosial, mobilitas anak binaan dari dan ke lokasi pendidikan juga membawa risiko yang kerap diabaikan.
Ia merekomendasikan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) memperkuat pendidikan di dalam LPKA melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan.
>>> PLN Terapkan Pemadaman Listrik Bergilir di Sejumlah Wilayah Jawa
Sibarani menambahkan, pendekatan ini berdampak psikologis positif karena anak yang aktif belajar bisa memotivasi warga binaan lain.
Ia menegaskan negara tidak boleh berhenti mendidik anak hanya karena mereka menjalani pembinaan di LPKA.
"Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara. Anak-anak yang sedang menjalani pembinaan juga harus mendapatkan akses pendidikan yang layak," ujar Sibarani.
Ia mengapresiasi keberadaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di bawah Dinas Pendidikan yang telah bermitra, namun menilai dukungan masih perlu diperkuat.
Tujuan utama pembinaan anak, kata Sibarani, bukan sekadar menjalani hukuman, melainkan kembali ke masyarakat dengan bekal pendidikan dan keterampilan.
Ia mendorong sinergi antara Kementerian Imipas, pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya.
>>> Lenovo Hadirkan Avatar 3D untuk Deteksi Offside di Piala Dunia 2026
"Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan kedua. Pendidikan adalah instrumen paling penting untuk memastikan mereka dapat berkontribusi positif bagi masyarakat," tutup Sibarani.
Update Terbaru
5 Rekomendasi Drama China Zhou Yiran Sebelum Ashes to Crown
Jumat / 19-06-2026, 23:45 WIB
Imigrasi Deportasi 3 WNA Tiongkok Manipulasi Data Visa
Jumat / 19-06-2026, 23:45 WIB
Mantan Menhan Korsel Divonis Tiga Tahun Penjara karena Bocorkan Rahasia Militer
Jumat / 19-06-2026, 23:45 WIB
Masjid Agung Bogor Peringati 1 Muharram 1448 Hijriah Bersama Ribuan Jamaah
Jumat / 19-06-2026, 23:45 WIB
Delhivery Luncurkan Delhivery Maps dengan Naksha LLM, Platform Geospasial Berbasis AI
Jumat / 19-06-2026, 23:37 WIB
Pemerintah Didorong Kurangi Ketergantungan pada Surat Utang
Jumat / 19-06-2026, 23:37 WIB
TNI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 1.500 Titik Seluruh Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 23:36 WIB
Jabar Targetkan 10 Juta Pekerja Informal Masuk BPJS Ketenagakerjaan
Jumat / 19-06-2026, 23:36 WIB
Klinik Kecantikan Dituntut Perbarui Teknologi dan Kompetensi Medis
Jumat / 19-06-2026, 23:36 WIB
Nama Asli Barbie Hsu Resmi Diabadikan Jadi Nama Asteroid
Jumat / 19-06-2026, 23:36 WIB
John Herdman Temui Presiden Prabowo Bahas Target Piala Dunia 2030
Jumat / 19-06-2026, 23:36 WIB
Trump: AS Harus Jaga Netanyahu Tetap Terkendali di Lebanon
Jumat / 19-06-2026, 23:25 WIB
Presiden Prabowo Minta Menpora Susun Persiapan Turnamen FIFA ASEAN
Jumat / 19-06-2026, 23:24 WIB
Menkum: Revisi UU Jabatan Notaris Percepat Pemeriksaan Akta Otentik
Jumat / 19-06-2026, 23:24 WIB






