Lenovo resmi ditunjuk sebagai Mitra Teknologi Resmi Piala Dunia FIFA 2026.

Perusahaan teknologi asal China itu tidak hanya menempatkan logo, tetapi juga menghadirkan inovasi sistem avatar 3D berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu deteksi offside.

in1

>>> MSCI Pertahankan Indonesia di Kategori Emerging Market

Sistem ini diintegrasikan ke dalam siaran pertandingan dan akan muncul secara visual saat tayangan ulang peninjauan offside semi otomatis.

Dengan demikian, penonton di stadion maupun di rumah dapat melihat posisi offside secara lebih jelas.

Cara Kerja Sistem Avatar 3D

Sebelum kompetisi dimulai, setiap pemain akan menjalani pemindaian tubuh selama sekitar 30 detik. Hasil rekonstruksi 3D dari pemindaian tersebut menangkap dimensi dan proporsi tubuh setiap atlet secara akurat.

>>> Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Data tersebut menjadi sumber tambahan bagi perangkat wasit. Tayangan ulang VAR kemudian dapat merender gambar visual yang serupa dengan kondisi nyata pemain di lapangan.

Lenovo tidak bertindak sebagai operator VAR yang mengambil keputusan.

Perusahaan ini hanya bertanggung jawab pada pemindaian, verifikasi kualitas, pembuatan, hingga manajemen siklus hidup model 3D yang menjadi input sistem FIFA.

>>> Pordasi Perkuat Tata Kelola Organisasi Menuju PON 2028

Sistem pencitraan ini sebelumnya telah diuji dalam ajang Piala Interkontinental FIFA di Qatar. Saat itu, pemain dari CR Flamengo dan Pyramids FC di Doha menjalani pemindaian.