Lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz mencapai level tertinggi sejak awal Juni. Sebanyak 25 kapal melintasi jalur perairan strategis itu pada Kamis (18/6).

Peningkatan ini terjadi setelah mulai berlakunya nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan itu mencakup pembukaan kembali selat dan pencabutan blokade laut AS terhadap Iran.

in1

>>> Industri Keuangan Perkuat Manajemen Risiko Hadapi Ketidakpastian Global

Iran dan AS mencapai kesepakatan 14 poin pada 14 Juni melalui perundingan yang dimediasi Pakistan.

Dokumen yang dikenal sebagai Memorandum Islamabad itu mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara digital oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan tersebut memuat ketentuan penghentian perang, termasuk di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pencabutan blokade maritim AS terhadap Iran.

Selat Hormuz menjadi perhatian pasar setelah lalu lintas komersial di jalur itu melambat tajam menyusul dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Arus kapal melonjak

Berdasarkan data dari perusahaan analitik Kpler dan MarineTraffic, sebanyak 25 kapal yang mengangkut LNG, minyak mentah, produk minyak, pupuk, muatan curah kering, dan kontainer melintasi Selat Hormuz pada Kamis.

Sembilan kapal di antaranya teridentifikasi membawa muatan penuh.

Empat kapal tanker raksasa saja membawa sedikitnya delapan juta barel minyak mentah melalui selat tersebut.

Tiga tanker raksasa mengangkut 6,2 juta barel minyak Saudi, dengan lebih dari empat juta barel menuju Jepang dan Korea Selatan.

>>> IHSG Menguat Tipis ke Level 6.177 pada Akhir Pekan

Tujuan 2,1 juta barel di atas kapal tanker berbendera Saudi Jaham belum diketahui.

Kapal tanker raksasa Tenzan, yang membawa 1,8 juta barel minyak mentah dari Uni Emirat Arab, juga berlayar menuju Jepang.