Singapura menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan menghentikan seluruh operasi militer di Timur Tengah.

Kesepakatan itu juga membentuk kerangka kerja untuk perundingan lebih lanjut antara kedua negara.

in1

>>> John Herdman Akui Gugup Saat Akan Bertemu Presiden Prabowo

Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (18/6) oleh Kementerian Luar Negeri Singapura, negara tersebut memuji upaya mediasi yang memfasilitasi tercapainya kesepakatan itu.

Singapura secara spesifik menyoroti peran yang dimainkan oleh Pakistan dan Qatar dalam proses mediasi tersebut.

"Penyelesaian berbagai isu yang masih belum terselesaikan sesuai dengan hukum internasional akan menciptakan kondisi yang diperlukan bagi perdamaian, keamanan, dan stabilitas berkelanjutan di kawasan itu," kata kementerian tersebut.

>>> BPBD Lumajang Minta Warga Tetap Waspada saat Aktivitas Semeru Meningkat

Singapura juga menyambut baik komitmen untuk membuka kembali Selat Hormuz yang strategis.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional yang penting bagi perdagangan maritim global.

"Kami mendesak semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut dan hukum kebiasaan internasional sehubungan dengan perlintasan yang aman dan tanpa hambatan di Selat Hormuz," menurut kementerian itu.

>>> MoU Iran-AS: Pemerintah Diminta Pantau Harga Minyak Dunia

Singapura juga menekankan pentingnya melindungi keselamatan dan kesejahteraan para pelaut serta kapal di kawasan tersebut.