Sebuah studi baru mengungkap bahwa pola makan tidak sehat pada usia dua tahun dapat berdampak negatif terhadap perkembangan otak anak.

Kebiasaan mengonsumsi makanan ultra-olahan seperti sosis, nugget, mi instan, dan camilan kemasan pada masa balita berpotensi menurunkan kemampuan kognitif mereka.

in1

>>> OPPO Reno16 Pro Series Hadir dengan Model Pro Mini dan Reno16c di India

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal British Journal of Nutrition oleh peneliti dari Universitas Federal Pelotas di Brasil dan Universitas Illinois Urbana-Champaign.

Mereka menganalisis data lebih dari 3.400 anak.

Orang tua melaporkan kebiasaan makan anak saat berusia dua tahun, lalu psikolog menilai IQ anak pada usia enam atau tujuh tahun menggunakan Skala Kecerdasan Wechsler.

>>> Samsung Umumkan Peluncuran Galaxy M47 di India, Tampilkan Teaser Perdana

Hasilnya, anak yang sering mengonsumsi makanan olahan dan bergula pada usia dua tahun cenderung memiliki skor IQ lebih rendah saat sekolah.

Hubungan ini tetap signifikan meskipun peneliti memperhitungkan faktor lain seperti pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan stimulasi mental di rumah.

Para ahli menekankan bahwa tahun-tahun pertama kehidupan merupakan periode kritis pertumbuhan otak. Asupan nutrisi seperti zat besi, seng, dan lemak sehat sangat penting untuk perkembangan kognitif optimal.

>>> Ragi Kuno Ötzi Berhasil Dihidupkan dan Digunakan untuk Membuat Roti

Studi ini menambah bukti bahwa kualitas gizi pada awal kehidupan memengaruhi kecerdasan jangka panjang.